PT KONTAK PERKASA – Pergerakan rupiah yang melemah di pekan lalu berpeluang berlanjut di pekan ini. Pasalnya, data-data ekonomi AS dirilis cukup baik.

Mengutip Bloomberg, Jumat (6/10) di pasar spot rupiiah melemah 0,41% ke level Rp 13.519 per dollar AS dibanding sehari sebelumnya. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan rupiah turun sebesar 0,01% ke level Rp 13.485 per dollar AS.

Research & Analyst Monex Investindo Putu Agus Pransuamitra menyebutkan, rupiah tertekan data kenaikan gaji per jam di AS yang dirilis baik. Sebab data-data tersebut berkaitan dengan kenaikan inflasi.

“Karena gaji naik, berarti daya beli semakin meningkat dan memberikan dukungan untuk kenaikan inflasi AS sehingga probabilitas kenaikan suku bunga dapat naik lagi,” jelas Putu.

Ia pun memprediksi pelemahan ini dapat berlangsung hingga sepanjang pekan. “Ada FOMC Meeting Minutes di hari Kamis (12/10), kemudian juga ada data inflasi. Jadi pasar bersiap-siap,” timpalnya.

Sedang, Ekonom Mandiri Tbk Rully Arya melihat, pelemahan ini juga akan berlanjut karena muncul ketidakpastian di Eropa. “Masalah referendum Catalunya melemahkan euro dan membuat dollar menguat,” tuturnya.

mata uang indonesia ini juga masih berpeluang melemah karena mata uang Asia juga cenderung mengalami pelemahan.

Prediksi Rully, Senin (9/10) rupiah akan bergerak di rentang Rp 13.475 – Rp 13.525 per dollar AS. Sedang Putu memproyeksi rupiah bergerak melemah di kisaran Rp 13.455 – Rp 13.530 per dollar AS.

Source : kontan.co.id