KONTAK PERKASA FUTURES – Menjelang pertemuan FOMC, diperkirakan kurs rupiah akan menguat. Antisipasi pasar akan membuat dolar AS sesaat ditinggalkan sementara mata uang yang berlawanan dengan dolar AS bisa unggul untuk periode sementara.

Di spot market, Jumat, 10 Juni 2016 kurs rupiah melemah 0,05% ke level Rp 13.294 per USD dibanding hari sebelumnya. Sedangkan di kurs tengah Bank Indonesia, posisi rupiah menurun 0,59% menjadi Rp 13.309 per dollar AS.

Resti Aviadinie, Analis Treasury PT Bank Negara Indonesia Tbk menjelaskan di awal minggu ini hanyanakan ada sedikit sekali data ekonomi eksternal dan internal yang mempengaruhi naik turunnya rupiah. Pasar hanya berfokus pertengahan minggu pada pelaksanaan FOMC dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia diadakan.

“Di akhir minggu kemarin, data ekonomi AS cenderung tidak ada perubahan, tidak ada yang memuaskan pasar,” analisa Resti. Hal ini yang bisa menjadi peluang rupiah untuk menyusul USD yang sedang kehilangan pamor.

Data prelim UoM sentimen konsumen diterbitkan menurun, sementara prelim ekspektasi inflasi tercatat diam di tempat. Dengan neraca perdagangan The Fed yang masih mencatat penurunan meski jumlahnya mengempis.

“Pasar akan cenderung menunggu dan beralih ke safe haven, ditambah data yang buruk USD bisa tertekan,” perkiraan Resti. Dukungan lainnya akan datang kalau harga komoditas terutama minyak kembali naik. Tentunya hal ini bisa jadi katalis positif bagi mata uang berbasis komoditas seperti rupiah.

Source : kontan.co.id