KONTAK PERKASA FUTURES – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang giat membangun bandara-bandara di seluruh Indonesia. Renovasi. Tidak cuma agar lebih cantik, namun juga agar lebih fungsional serta ramah lingkungan.

Berkenaan dengan hal tersebut, hari ini diadakan malam Arsitektur Nusantara 2016 yang merupakan acara puncak dari penyelenggaraan Trilogi Sayembara Desain Arsitektur Nusantara yang memiliki tema “Sayembara Desain Bandar Udara Nusantara” yang diadakan sejak tahun lalu. Acara tersebut berlangsung di JCC, Jakarta, Jumat (22/7/2016).

“Sayembara Desain Bandar Udara Nusantara ini bukan hanya Sayembara gagasan belaka tapi Sayembara Karya terbangun dimana Karya Pemenang Utama yang segera diumumkan pada hari ini akan berfungsi sebagai master Desain pada proyek Pembangunan Bandar Udara Mali Alor pada tahun 2017/2018 serta Tim Arsitek Pemenang akan dijadikan sebagai Arsitek dalam Pembangunan Bandar Udara Mali Alor,” jelas Yuwono Imanto, selaku Ketua Panitia Sayembara Desain Arsitektur Nusantara dan juga merangkap sebagai Direktur Marketing PT Propan Raya.

Keterlibatan rekan-rekan arsitek dalam program peremajaan bandara memiliki arti penting dalam menegaskan jati diri bangsa. Renovasi. Ahmad Djauhar sebagai Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) mengatakan, lewat tangan dingin Arsitek, sebuah ide tentang wujud serta fungsi sebuah bangunan termasuk bandara dapat direalisasikan.

“Sudah tidak zamannya lagi kita membangun dengan tidak memiliki perencanaan. Memang konstruksi itu adalah hal yang penting, tapi jika tidak ada desain yang menarik bandara jadi tidak punya identitas. Memang kita tidak malu lihat bandara di negara lain indah enak dilihat namun di negara kita malah sebaliknya,” tutur dia.

Peran arsitek, sambung dia, juga merupakan hal yang penting dalam menjaga kebudayaan sebuah kawasan. Menurutnya, Arsitek memiliki keterampilan dalam memadukan perkembangan zaman dengan bangunan yang sesuai dengan budaya dalam mendesain sebuah bangunan. Renovasi. Hasilnya yaitu bangunan-bangunan yang kental bernuansa budaya namun tidak terkesan kuno.

“Memang apabila anda pergi ke Paris misalnya, memangnya apa yang ingin dilihat jika bukan gaya arsitekturnya. Nah itu kenapa pentingnya peran arsitek. Apa lagi, bandara itu kan pintu gerbang mencapai satu kawasan katak itu kota atau negara. Bandara harus dapat menampilkan identitas kawasan tersebut. Jika desainnya jelek, yang malu bukan petugas bandaranya, namun juga masyarakat kotanya,” tukas dia.

Pembangunan Bandara Udara lewat proses Sayembara dinilai baik serta menghasilkan sekian banyak alternatif pilihan desain diharapkan dapat diteruskan di masa – masa mendatang serta terus disempurnakan agar menjadi sebuah Model yang dinilai baik dalam Pembangunan sebuah Bandara.

Setelah melalui berbagai tahapan seleksi serta proses maka terpilih 6 hasil karya peserta yang masuk babak penjurian final pada 28 April 2016 yang lalu. Pada Malam Arsitektur Nusantara 2016 tersebut akan diumumkan tim yang menjadi juara sayembara desain Bandar Udara Nusantara. Juara pertama akan mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 150.000.000,- dan 2 tim yang menjadi juara harapan akan mendapatkan hadiah sebesar Rp 100.000.000 untuk masing-masing tim.

Tidak hanya itu, hasil karya juara pertama akan dijadikan master desain untuk pembangunan Bandar Udara Mali Alor dalam 2 tahun ke depan.

Source : detik.com