KONTAK PERKASA FUTURES – Analis memprediksikan rekomendasi sepekan ke depan harga emas Antam masih dalam tren penurunan. Lihat saja Senin, (10/7) harga emas Antam turun Rp 3.000 di posisi Rp579.000. Sementara harga emas di pasar spot juga mengalami penurunan selama sepekan kemarin.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim memproyeksikan harga emas Antam masih akan turun selama sepekan. “Ini sudah kelihatan sekali, emas Antam akan jatuh dan bisa turun sekitar Rp 2.000 pada esok hari,” kata Ibrahim.

Sementara sentimen dalam negeri belum ada yang bisa menaham penurunan harga emas Antam. Terlebih, besok akan terbit data rilis kinerja China terkait perdagangan ekspor dan impor. Ibrahim memprediksikan ekspor China yang turun sementara impor China yang naik akan membuat dollar AS menguat dan berdampak pada turunnya harga emas Antam.

Ibrahim merekomendasikan para investor baiknya melakukan sell selagi harga emas Antam masih turun. Sementara, bila investor hendak membeli baiknya beli di harga Rp 521.272. “Untuk beli wait and see dulu saja,” kata Ibrahim. Untuk prediksi harga emas Antam di akhir tahun di posisi Rp 547.120.

Sementara Analis PT Central Capital Futures, Wahyu Tri Wibowo memprediksikan harga emas Antam esok hari masih akan turun ke support di kisaran Rp 577.000-Rp576.000 dan resistance di posisi Rp 580.000-Rp 581.000. Segendang sepenarian dalam sepekan Wahyu juga memprediksikan harga emas Antam masih akan turun di kisaran Rp 570.000-585.000. Perkiraan ini berdasar pada nilai tukar rupiah berkisar Rp 13.300-Rp 13.460.

Wahyu merekomendasikan investor untuk menjual emas Antam di kondisi harga yang menurun diatas area Rp 580.000- Rp 600.000.

Sementara Wahyu memprediksi harga emas Antam barada di bawah Rp 580.000 dan rentan terjadi rebound. Sehingga bila harga mendekati Rp 570.000 atau dibawah Rp 570.000 sebaiknya buy on weakness.

Di akhir tahun Wahyu memprediksi rekomendasi harga emas Antam berada di posisi Rp 570.000-Rp 580.000. Rebound masih mungkin terjadi di saat harga di bawah Rp570.000. “Bagaimanapun rebound sangat terbatas, untuk jangka menenagh harga emas Antam akan sulit berada di atas Rp 590.000,” kata Wahyu.

Rekomendasi harga emas Antam turun Rp 3.000 ketimbang akhir pekan lalu ke posisi Rp 579.000. Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan rilis data Amerika Serikat (AS) yang positif membuat harga emas Aneka Tambang menurun.

Sentimen utama yang mempengaruhi turunnya harga emas Antam adalah menguatnya dollar AS karena peraturan baru Presiden AS Donald Trump mengenai aturan pendatang yang masuk ke AS ditolak pengadilan tinggi di Hawai.

Selain itu, rekomendasi harga emas Antam semakin menurun karena terpengaruh data tenaga kerja baik swasta maupun negeri di AS yang positif. “Ini yang mengakibatkan nilai tukar dollar AS kembali menguat, jadi wajar kalau harga emas Antam melemah,” kata Ibrahim.

Ibrahim memproyeksikan, harga emas Antam masih akan menurun pada Selasa (11/7), imbas dari data Amerika yang positif sejak Jumat (7/7). Bahkan, harga emas di pasar spot juga mengalami penurunan selama sepekan kemarin. Kini, pasar mengambil langkah profit taking. “Presiden AS yang kalah sama hukum buat orang lari dari save heaven ke dollar AS,” kata Ibrahim.

Sementara menurut Analis PT Central Capital Futures, Wahyu Tri Wibowo mengatakan, pada dasarnya kinerja emas Antam mengikuti kinerja emas di pasar spot. Turunnya harga emas Antam pada hari ini tercermin pada kondisi harga emas internasional yang juga melemah.

Pergerakan harga emas di pasar spot sangat sensitif teradap kebijakan moneter AS melalui kebijakan The Fed. Menurut Wahyu selama The Fed masih membuka wacana untuk menaikkan suku bunga lanjutan maka kenaikan harga emas di pasar spot dalam waktu panjang masih terancam ada koreksi menengah sekitar atau di bawah US$ 1.200 per ons troi. “Pasca suku bunga The Fed naik dan diperkuat oleh US NFP yang membaik Jumat lalu, emas di pasar spot anjlok dekat US$ 1.200 per ons troi,” kata Wahyu.

Hal ini membuat wajar harga emas Antam melemah. Namun, pelemahan ini tidak sekuat pelemahan emas di pasar spot. “Isu kenaikan suku bunga Fed yang masih terbuka membuat emas di pasar spot terancam melemah,” kata Ibrahim.

Source : kontan.co.id