KontakPerkasa Futures – Bank sentral Australia (RBA) mengatakan pemotongan suku bunga lanjutan dapat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkembang pada kecepatan di bawah rata-rata, sambil mengingatkan risiko yang muncul di pasar properti komersial Australia.

RBA menunda pasca memangkas suku bunga pada bulan Februari lalu, menilai saat ini perekonomian dapat berkembang tanpa stimulus lebih lanjut untuk sementara para pembuat kebijakan menilai data dan sebagai regulator mendapatkan pegangan pada pinjaman kepada investor yang peroleh dari sektor properti di Sydney. Pada saat yang sama, bank sentral perlu untuk menurunkan tingkat pengangguran setelah pengeluaran bisnis merosot dalam ekonomi tengah berjuang untuk menemukan jalan baru untuk merangsang pertumbuhan seiring sektor tambang mengekang ekspansi ekonomi.

Dewan mencatat bahwa ‘risiko telah mulai meningkat di pasar properti komersial, termasuk pengembang perumahan maupun non-perumahan properti,’ menurut risalah pertemuan. ‘Harga di beberapa segmen pasar telah meningkat, bahkan tingkat kekosongan hunian tetap tinggi dan kondisi sewa yang melemah.’

Para Pedagang telah menyerap peluang sekitar 50-50 persen bahwa pembuat kebijakan akan menurunkan suku bunga lagi sebanyak seperempat persentase poin menjadi 2 persen pada pertemuan April mendatang, data dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan menjelang rilis risalah. (izr)

Sumber: Bloomberg