KontakPerkasa Futures – Minyak menuju kenaikan pekan ketiga pasca naik ke level tertingginya dalam dua bulan terakhir pasca produksi minyak mentah AS melambat dari laju tercepat dalam lebih dari tiga dekade terakhir.

Minyak berjangka turun sebesar 1,4 persen di New York pada hari terakhir perdagangan pekan ini, memangkas keuntungan sejak 27 Maret lalu menjadi 1,5 persen. Output minyak AS menyusut 36.000 barel per hari menjadi 9.39 juta barel per hari pekan lalu, penurunan pertama sejak Januari lalu, menurut laporan pemerintah. Pembicaraan mengenai program nuklir Iran membuat kemajuan dan Menteri Luar Negeri John Kerry akan tetap di Swiss sampai setidaknya sampai Kamis pagi untuk melakukan negosiasi, menurut Departemen Luar Negeri.

Minyak masih berpotensi turun sekitar 7 persen tahun ini di tengah banjirnya pasokan minyak global yang diperburuk oleh AS, di mana persediaan minyak mentah kembali meningkat dari rekor tertingginya pekan lalu. Pengebor hanya mengoperasikan 762 rig sejak Desember lalu, terendah dalam empat tahun terakhir pasca harga minyak anjlok hampir 50% pada tahun 2014 lalu.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun sebanyak 68 sen menjadi $49,41 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $49,60 pukul 12:24 waktu Sydney. Kontrak WTI naik sebesar $2,49 ke level $50,09 pada hari Rabu kemarin. Total volume perdagangan mencapai 57 persen di bawah moving average 100-hari. Perdagangan akan ditutup pada 3 April untuk libur Jumat Agung. (izr)

Sumber: Bloomberg