Kontak perkasa – Pasar saham Eropa dibuka memerah, Rabu, akibat ketidakpastian hasil pemilihan presiden AS yang akan datang terus membebani sentimen pasar.

Selama awal perdagangan Eropa, EURO STOXX 50 meluncur 0,69%, CAC 40 Perancis berkurang 0,76%, sementara itu DAX 30 Jerman tertekan 0,84%.

Investor tetap berhati-hati setelah FBI mengatakan Jumat lalu bahwa akan meninjau lebih banyak email yang berhubungan dengan penggunaan email pribadi Hillary Clinton saat ia masih menjabat sebagai sekretaris negara.

Berita itu memicu ketidakpastian baru prospek pemilu Hillary Clinton menjelang pemungutan suara 8 November, di tengah kekhawatiran implikasi kemenangan bagi kandidat Partai Republik Donald Trump.

Saham keuangan secara luas lebih rendah, dengan bank pemberi pinjaman Perancis BNP Paribas (PA:BNPP) dan Societe Generale (PA:Sogn) anjlok 3,36% dan 2,51%, sedangkan Deutsche Bank Jerman (DE:DBKGn) dan Commerzbank (DE:CBKG) kehilangan 1,32% dan 3,20%.

Dalam pasar London, FTSE 100 mundur 0,55%, setelah bursa saham Inggris Raya ikuti tren rekannya di Eropa yang turun tajam.

Saham Lloyds Banking (LON:lloy) kehilangan 1,26% dan HSBC Holdings (LON:HSBA) anjlok 1,31%, sedangkan Barlcays dan Royal Bank of Scotland (LON:RBS) masing-masing anjlok 1,86% dan 2,20%.

Di bursa AS, pasar ekuitas mengarah ke pembukaan yang lebih rendah. Dow Jones Industrial Average berjangka tergelincir 0,30%, S&P 500 berjangka turun 0,30%, sedangkan Nasdaq 100 berjangka jatuh 0,29%.