Kontakperkasa Futures Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan bergerak variatif pada perdagangan Kamis (20/11/2014). Peluang naik indeks bisa tertahan sentimen eksternal yang kurang baik dari hasil rilis The Ferderal Reserve di Amerika Serikat, semalam waktu Indonesia.

Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak melemah, setelah The Fed merilis hasil pertemuan mereka pada Oktober 2014. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avverage sebesar 0,01 persen dan indeks S&P500 sebesar 0,15 persen.

Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh Jepang yang kembali mengucurkan stimulus untuk mengatasi resesi. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,25 persen. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah 0,50 persen. Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi.

Dari dalam negeri, pemerintah menetapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) 2015.

Selain itu, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga menyepakati target inflasi sebesar 4,4 persen. Bahkan, pertumbuhan ekonomi dikatakan berpotensi lebih tinggi karena adanya pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika IHSG masih berpotensi menguat dalam kisaran terbatas. Indeks akan bergerak di kisaran resistance 5.171 dan support 5.057. IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian.

Adapun beberapa rekomendasi saham yang layak dikoleksi untuk hari ini adalah AALI, AKRA, SCMA, AISA dan LSIP.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 5.127.

Sumber : Kompas