KontakPerkasa Futures – Minyak turun untuk hari kelima, diperdagangkan pada harga intraday terendah dalam enam tahun, di tengah spekulasi bahwa rekor persediaan minyak mentah di AS mungkin mulai menekan kapasitas penyimpanan negara.

Minyak berjangka turun sebanyak 2,8% di New York setelah turun 9,6% dalam seminggu hingga 13 Maret, penurunan terbesar sejak bulan Desember tahun lalu. Meningkatnya pasokan dapat mengisi tangki-tangki, Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pada hari Jumat lalu, meningkatkan perkiraan untuk produksi minyak AS pada tahun 2015 setelah pemotongan rig pengeboran gagal untuk memperlambat output. Harga belum berada dititik terendah, menurut mantan Ketua Federal Reserve, Alan Greenspan.

West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan April turun sebanyak $ 1,27 menjadi $ 43,57 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, harga intraday terendah sejak Maret 2009. Kontrak WTI berada di $ 43,84 pada pukul 9:58 pagi waktu Sydney. Volume semua berjangka yang diperdagangkan berada di rata-rata 100-hari. Harga telah turun 18% dalam tahun ini.

Brent untuk pengiriman bulan April turun sebanyak $ 1,33 ke $ 53,34 per barel di bursa ICE Futures Europe exchange. Kontrak, yang berakhir pada hari ini, turun 4,2% menjadi $ 54,67 pada tanggal 13 Maret. Minyak mentah patokan Eropa diperdagangkan $ 9,60 lebih besar dari WTI, dari level $ 9,83 pada hari Jumat.(frk)

Sumber: Bloomberg