Harga minyak global dunia mencatatkan pelemahan sekitar 1% pada transaksi hari Senin (29/8). Data yang dihimpun oleh CNBC menunjukkan, pada pukul 13.15 waktu daerah Singapura, harga minyak dunia jenis Brent diperjualbelikan di posisi US$ 49,32 per barel. Ini artinya, minyak Brent turun 60 sen atau setara 1,2% dari sesi penutupan sebelumnya.

Sementara itu harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tertekan 66 sen atau setara 1,39% menjadi berada di level US$ 46,98 per barel.

Sejak menempati posisi tertingginya pada bulan Agustus ini, harga minyak WTI sudah sempat tertekan hingga 3,5%.

Para pelaku trader menilai, harga minyak yang saat ini melemah adalah akibat melonjaknya produksi minyak dari Timur Tengah. Sebagai informasi bagi pembaca, rata-rata tingkat produksi minyak Irak saat ini telah mencapai 3,205 juta barel per hari pada bulan Agustus. Angka tersebut tentu saja melampaui produksi rata-rata pada bulan Juli. Sedangkan rata-rata ekspor minyak pada bulan Juli lalu adalah sebanyak 3,202 juta barel per hari.

KONTAK PERKASA FUTURES – Selain itu, pada minggu yang lalu Iran mengatakan, mereka akan melakukan kerjasama dalam perundingan produsen minyak dunia yang akan diadakan pada bulan September mendatang jika para eksportir lain juga mengakui hak Teheran untuk meningkatkan kembali pangsa pasar mereka yang sempat hilang saat diberlakukan sanksi internasional.

Para analis melihat, adanya silang pendapat di antara anggota utama Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC), khususnya pada negara Arab Saudi dan Iran, mengindikasikan akan terjadi sulitnya tercapai kesepakatan pada pertemuan nanti.

“Market mulai menunjukkan kondisi pesimistis dengan hasil pertemuan produsen minyak pada bulan September mendatang,” jelas tim riset Barclays.

Source : kontan.co.id