KONTAK PERKASA FUTURES – Posisi Bursa Asia pagi hari ini tanggal 8 juni 2016 hampir mencapai level paling tinggi dalam enam minggu terakhir.

Melihat dari data Bloomberg, pada jam 09.12 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific tidak banyak terdapat perubahan dari posisi hari sebelumnya. Indeks Topix Jepang bergerak bebas di dua zona seiring menguatnya yen pada hari keenam dalam tujuh hari terakhir terhadap dollar AS.

Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan lebih stabil dan masih mendekati posisi paling tinggi dalam 30 hari terakhir. Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,5%, dan indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru turun 0,4%.

Para pedagang saat ini fokus pada data ekonomi Jepang yang menampilkan pertumbuhan lebih tinggi dari data terdahulu. Selain itu, investor juga menanti pengeluaran data perdagangan China.

Sentimen lain yang ikut mempengaruhi pasar ialah langkah Bank Dunia yang memotong outlook pertumbuhan ekonomi global diiringi macetnya anggaran belanja bisnis di sejumlah negara maju, termasuk Amerika.

“Dengan pertumbuhan global yang seimbang, The Fed akan lebih waspada dalam meningkatkan suku bunga acuannya. Hal tersebut akan membantu menggerakkan pasar saham, terutama di emerging market. Data China masih menyebabkan kekhawatiran lain bagi pedagang. walau pertumbuhan tampak seimbang, tapi belum terlihat adanya perbaikan,” jelas Shane Oliver, head of investment strategy AMP Capital Investors Ltd yang berbasis di Sydney.

Sebagai tambahan informasi, Bank Duniapada laporan Global Economic Prospects yang diterbitkan hari ini memperkirakan, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dunia akan naik 2,4% pada tahun ini. Prediksi tersebut lebih rendah dari estimasi di bulan Januari sebesar 2,9%.

Bank Dunia juga menurunkan outlook pertumbuhan Jepang menjadi 0,5%, atau turun dari posisi 1,3% pada Januari akibat rendahnya anggaran belanja konsumen dan lemahnya ekspor.

Source : kontan.co.id