Harga kontrak emas dunia mencatatkan penurunan pada transaksi Kamis (9/9) kemarin. Mengutip data CNBC, harga emas spot ditutup turun 0,59% menjadi US$ 1.336,96 per troy ounce.

Sementara, harga kontrak emas dunia sempat turun US$ 7,70 menjadi US$ 1.341,60 per troy ounce. Terakhir, harga futures emas AS ditutup dnegan penurunan 0,62% menjadi US$ 1.340,80 per troy ounce.

Penurunan harga emas terjadi akibat penguatan dollar AS. Asal tahu saja, indeks dollar bergerak naik 0,1% ke posisi 95,06.

KONTAK PERKASA FUTURES – Ada beberapa sentimen yang bisa mempengaruhi harga emas. Salah satunya, kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). Seperti yang diduga sebelumnya, ECB masih mempertahankan pelonggaran kebijakan, menahan suku bunga di rekor terendah, serta berjanji mempertahankan program stimulus senilai 80 miliar euro (US$ 90,4 miliar) per bulan hingga Maret tahun depan.

“Tidak ada cukup aset yang bisa dibeli ECB. Jika kita melihat aksi beli lebih banyak lagi, hal itu akan mendorong emas,” kata Jeffrey Halley, business development and market strategist OANDA Asia Pacific.

Meski demikian, Jonathan Butler, analis Mitsubishi menjelaskan, ada beberapa data yang dirilis di AS yang menunjukkan ekonomi Negeri Paman Sam itu tidak cukup kuat untuk mengadopsi kebijakan kenaikan suku bunga acuan dalam jangka pendek.

“Dalam beberapa pekan ke depan sebelum FOMC meeting, secara umum saya melihat lingkungan yang mendukung bagi pergerakan harga emas. Tapi pergerakan emas akan sedikit liar karena sentimen yang berubah-ubah,” kata Butler.

Source : kontan.co.id