PT KONTAK PERKASA – Pesona emas semakin pudar. Selasa (26/6) pukul 7.42 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2018 di Commodity Exchange kembali mencetak level terendah tahun ini pada US$ 1.267,80 per ons troi.

Harga emas melemah 0,09% jika dibandingkan dengan level US$ 1.268,90 per ons troi kemarin. Harga emas cenderung turun dalam tiga pekan terakhir.

Pesona emas sebagai safe haven mulai berkurang. Harga emas tetap terkoreksi meski ada kekhawatiran perang dagang yang makin meluas. Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) merancang aturan yang akan mencegah perusahaan dengan kepemilikan China minimal 25% untuk mengakuisisi perusahaan AS, terutama sektor teknologi.

“Saat ini, pilihan investor jatuh ke obligasi. Komoditas turun karena kekhawatiran tarif perdagangan,” kata Bob Haberkorn, senior market strategist RJO Futures kepada Reuters.

Perang dagang AS, China, dan disusul Uni Eropa menyebabkan tensi di pasar saham. “Support harga emas ada di US$ 1.265 dengan momentum kenaikan pada US$ 1.278,” kata Peter Hug, Global Trading Director Kitco Metals.

Tapi, masih ada pandangan positif terhadap komoditas emas. “Harga emas relatif berkinerja lebih baik daripada komoditas lain dan saham,” Jens Pedersen, analis Danske Bank.

Harga emas kembali melemah sepekan kemarin. Pelemahan harga emas kali ini didorong oleh perang dagang Amerika Serikat (AS)-China serta adanya potensi kenaikan suku bunga acuan oleh Bank of England (BoE) pada Agustus mendatang.

Mengutip Bloomberg Jumat (22/6), harga pesona emas untuk pengiriman Agustus 2018 di Commodity Exchange menguat 0,02% ke level US$ 1.270,70 per ons troi. Meski harga emas menguat tipis, namun dalam sepekan justru melemah 0,6% dibandingkan dengan perdagangan Jumat (15/6) US$ 1.278,50 per ons troi. Bahkan pada perdagangan Kamis (21/6) harga emas berada di level terendah yaitu US$ 1.270,50.

Direktur Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan harga emas terus menurun dalam sepekan kemarin karena adanya perlawanan dari China terhadap AS. “Kalau seandainya China tidak melawan, kemungkinan harga emas masih bisa menguat,” katanya kepada Kontan.co.id.

Pelemahan harga emas terjadi karena tekanan permasalahan geopolitik. Namun pelemahan harga emas dinilai masih wajar. Ia juga mengatakan saat ini masih sedikit sulit harga emas untuk kembali menyentuh US$ 1.300 per ons troi.

Namun masih ada harapan emas untuk kembali menguat jika ada kesepakatan antara AS-China dalam pertemuan selanjutnya. Pesona emas. Kalau kesepakatan ini tercapai, harga komoditas bisa kembali naik.

Tidak adanya kesepakatan dalam pertemuan pertama mendorong emas untuk melemah. Tidak hanya emas, namun semua harga komoditas juga ikut melemah.

Secara teknikal, Ibrahim mengatakan bollinger band, moving average (MA) 20% di atas bollinger bawah. MACD 60% di area positif dan stochastic 60% di area positif. RSI wait and see.

Ibrahim merekomendasikan sell untuk emas dengan rentang harga US$ 1.269,20-US$ 1.271,50 per ons troi. Harga emas dalam sepekan diprediksi bergerak di kisaran US$ 1,268,50-US$ 1.273,30 per ons troi.

Source : kontan.co.id