KONTAK PERKASA FUTURES – Pemerintah tidak main-main menggarap program tax amnesty. Sesudah memiliki persetujuan parlemen, Kementerian Keuangan dengan stakeholder tengah berpikir tentang penampungan dana repatriasi.

Sekarang, setidaknya terdapat 19 perusahaan sekuritas, 18 manajer investasi serta 18 bank yang akan menerima dana repatriasi tax amnesty.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, mengatakan, pihaknya memanggil sejumlah perusahaan baik perbankan, perusahaan sekuritas maupun manajer investasi, kemarin (18/7).

Tujuan pemanggilan tersebut adalah untuk meminta kesediaan serta penandatanganan kontrak yang pokok utamanya memberikan akses kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Kemenkeu untuk dapat melihat pergerakan dana tersebut dalam jangka waktu tiga tahun ke depan.

“Kami akan undang dan tanya mereka apakah ada yang berminat atau tidak. Manajer investasi 19 perusahaan, sekuritas ada 20, ” kata Bambang, Senin (18/7).

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, mengatakan, penetapan 19 sekuritas tersebut dilihat dari likuiditas, dan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) paling sedikit Rp 75 miliar, keuntungan usaha yang terjaga lalu laba usahanya terjaga, tidak adanya hal-hal yang melanggar ketentuan bursa maupun OJK serta tidak pernah terkena suspensi.

Tito mengungkapkan, belum tentu 19 perusahaan sekuritas tersebut semuanya bersedia menampung dana. “Jumlahnya dapat berubah. Ini dari surat undangan yang diundang 19 broker, mereka pun ditanya kesediaannya, bersedia melaporkan atau tidak, kan itu harus detail,” katanya.

Dengan pengaturan ini, Tito mengatakan bahwa cukup baik menyerap dana repatriasi daripada wacana sebelumnya bahwa  yang akan mengelola adalah perusahaan sekuritas BUMN.

Tito mengharapkan, bila proses tersebut lancar, pasar modal akan terimbas. Setidaknya, kapitalisasi bursa dapat meningkat seiring bersama masuknya dana serta produk baru yang ada.

Dirinya mengungkapkan hingga akhir tahun 2016 paling tidak kapitalisasi pasar bisa tembus level Rp 6.000 triliun dari sekarang Rp 5.500 triliun. Apalagi jika nanti dana nasabah akan dibekukan selama tiga tahun.

Jemmy Paul, Direktur Investasi Sucorinvest Asset Management, melihat, target kapitalisasi pasar sampai Rp 6.000 triliun itu merupakan target yang realistis. Perkiraannya, akan ada uang sekitar Rp 1.000 triliun yang masuk ke dalam negeri sesudah tax amnesty berlangsung.

Dari total itu, sekitar 5% atau sama dengan Rp 50 triliun masuk ke pasar modal lokal. “Kemudian ditambah lagi dengan ramainya aksi korporasi, apakah itu IPO, rights issue maupun private placement yang juga adalah unsur pendorong kenaikan market cap indeks,” ucap Jemmy kepada kami, Senin (18/7).

Apabila kapitalisasi benar mencapai Rp 6.000 triliun, maka dari itu level IHSG dapat menyentuh level sekitar 5.700. Otomatis, rata-rata nilai transaksi bursa pun akan meningkat. “Paling tidak nilai transaksinya masih bisa bertahan, tidak lagi turun sampai di bawah Rp 7 triliun sampai akhir tahun nanti,” ungkap Jemmy.

Namun, itu semua hanya dapat terjadi untuk masa waktu jangka panjang. Selain itu, kondisi tersebut juga masih dipengaruhi oleh profil risiko masing-masing pemilik uang yang ada di luar negeri.

Source : kontan.co.id