Kementerian ESDM berencana melakukan distribusi gas Elpiji 3 kilogram (kg) secara tertutup di beberapa wilayah di Indonesia. Penyaluran gas Elpiji 3 kg secara tertutup dilakukan untuk memberikan subsidi yang tepat sasaran.

KONTAK PERKASA FUTURES – PT Pertamina (Persero) selaku distributor gas Elpiji 3 kg berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dalam melakukan penyaluran gas melon ini. Kementerian ESDM juga diminta melakukan pendataan terhadap penerima gas Elpiji 3 kg yang disubsidi pemerintah lewat APBN.

“Namun demikian kami juga butuhkan kepastian dari Ditjen Migas atau Kementerian ESDM itu siapa sebenarnya nanti pihak-pihak yang berhak mendapatkan Elpiji 3 kg. Karena selama ini kan peruntukannya itu masih umum, yaitu untuk kelompok usaha kecil dan mikro serta rumah tangga,” ujar VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2016).

Wianda menambahkan, selama ini rencana pendistribusian Elpiji 3 kg tertutup belum terdata secara jelas. Jenis-jenis penerima Elpiji 3 kg tertutup belum didefinisikan secara jelas. Sehingga ditakutkan penerima Elpiji subsidi ini kurang tepat sasaran.

“Nah, belum dijabarkan secara detail bisnis rumah tangganya seperti apa. Tentunya jenis-jenis atau kemudian definisi pengguna Elpiji 3 kg-nya lebih lengkap ini. Kita perlukan dari Ditjen Migas sebelum bisa menemukan benar-benar angka volume Elpiji 3 kg itu yang harus benar-benar disubsidi itu berapa besar,” kata Wianda.

“Dari ESDM harus bisa menentukan siapa yang dimaksud dengan keluarga. Apakah definisi keluarga itu? Apakah menengah dengan penghasilan berapa juta per bulan? Ataukah keluarga pra sejahtera? Atau MBR? Itu harus didefinisikan,” tambah Wianda.

Kemudian klasifikasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga perlu dilakukan agar penyaluran Elpiji 3 kg secara tertutup tidak salah pintu ke restoran besar. Selama ini masih banyak restoran besar yang tidak masuk kategori layak untuk disubsidi menggunakan Elpiji 3 kg.

“Juga disebutkan juga usaha mikro, yang seperti apa permodalannya. Kadang-kadang kita lihat juga pengusaha-pengusaha ritel seperti restoran besar justru pakai Elpiji 3 kg. Jadi tentunya akar masalahnya harus bisa dijelaskan ditentukan Kementerian ESDM siapa sebenarnya definisi dari keluarga dan usaha mikro itu,” tutup Wianda.

Source : detik.com