PT KONTAK PERKASA World Gold Council merilis data transaksi emas kuartal II-2019. Dalam rilis yang dipublikasi 1 Agustus itu, World Gold Council menyatakan permintaan emas oleh bank-bank sentral di dunia sepanjang kuartal II-2019 mencapai 224 ton.

Bila ditotal, sepanjang semester I-2019 jumlah permintaan emas oleh bank sentral tersebut mencapai 374,1 ton. Adapun permintaan emas pada kuartal II-2019, menurut World Gold Council menjadi jumlah yang tertinggi dalam data kuartalan lembaga ini dalam 19 tahun terakhir.

Permintaan emas oleh bank-bank sentral di dunia, menjadi pendorong utama naiknya permintaan dan harga emas global. Permintaan bank-bank sentral di dunia guna meningkatkan cadangan save haven ditengah memanasnya situasi politik dan ekonomi global.

World Gold Council menyebut, permintaan emas global pada kuartal II-2019 naik 8% year on year (yoy) menjadi 1.123 ton. Bila ditotal, sepanjang semester I-2019 total permintaan emas global mencapai 2.181 ton, tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Selain permintaan perbankan, permintaan industri perhiasan juga sedang moncer. Terutama karena pulihnya pasar perhiasan di India, yang mendorong naiknya permintaan emas untuk perhiasan di kuartal II sebanyak 12% yoy menjadi 168,6 ton.

Pulihnya pasar di India, didorong oleh kebutuhan pernikahan dan perayaan festival Akshaya Tritiya. Pada perayaan Akshaya Tritiya, pembelian emas diyakini akan membawa keberuntungan.

Efek India menyebabkan permintaan emas perhiasan global naik 2% yoy menjadi 531,7 ton.

Permintaan emas dunia diprediksi akan terus menanjak. Pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) Juli lalu tidak bisa dianggap sepele.

IMF memperingkatkan ekonomi dunia tahun 2019 ini hanya akan tumbuh 3,2%. Pernyataan ini sekaligus menghapus proyeksi bulan April lalu, saat ekonomi dunia diprediksi tumbuh 3,3%. Ekonomi dunia bakal menghadapi masa-masa mengkhawatirkan di tahun 2020 mendatang.

Tak heran jika emas kini sudah kembali bertengger di atas US$ 1.400 per ons troi. Menurut World Gold Council, lonjakan harga emas di atas US$ 1.400 per ons troi terjadi untuk pertama kalinya sejak tahun 2013.

Harga emas terbang makin tinggi. Rabu (7/8) harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange kembali menyentuh level tertinggi di US$ 1.491,40 per ons troi. Harga emas ini naik 0,48% ketimbang harga kemarin pada US$ 1.484,20 per ons troi.

Harga emas berjangka ini melonjak dalam empat hari perdagangan berturut-turut sejak Jumat pekan lalu. Dalam empat hari, harga emas telah menguat 4,12%

Harga emas spot pun terus mencatat level tertinggi baru tahun ini. Penguatan harga emas spot terjadi dalam tiga hari perdagangan berturut-turut.

Hari ini, harga emas spot naik tipis 0,08% ke US$ 1.475,54 per ons troi yang merupakan level tertinggi sejak Mei 2013. Dalam tiga hari, harga emas spot menguat 2,41%.

“Ada banyak ketidakpastian dalam hal pertumbuhan ekonomi, terutama terkait perang dagang Amerika Serikat dan China. Mengingat kenaikan volatilitas di AS dan pasar global, emas mendapatkan penopang,” kata Jeff Klearman, portfolio manager GraniteShares kepada Reuters.

Kekacauan pasar global sedikit mereda setelah China menstabilkan mata uang yuan setelah melemah ke 7 per dolar AS. Stabilisasi ini dilakukan setelah AS menyebut China sebagai manipulator mata uang. Bank sentral China menyebut keputusan AS ini sangat merusak ketertiban keuangan internasional dan menyebabkan kekacauan di pasar keuangan.

Goldman Sachs mengatakan tidak lagi berharap AS dan China menyetujui gencatan senjata sebelum pemilihan presiden AS pada November 2020 mendatang.

“Banyak pengamat pasar sekarang memperhitungkan perang dagang bergerak ke level selanjutnya ini akan memicu Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga lagi segera,” kata Jim Wyckoff, analis senior KitcoMetals dalam catatan.

Wyckoff menambahkan, pidato pejabat The Fed dalam beberapa hari ke depan akan menjadi sorotan pasar.

Kemarin, Presiden The Fed St. Louis James Bullard mengatakan bahwa The Fed tidak perlu bertubi-tubi memangkas suku bunga ketika ekonomi tumbuh dan masih menyesuaikan dengan pelonggaran kebijakan moneter yang ditetapkan tahun ini.

Pekan lalu, The Fed memangkas suku bunga acuan 25 basis point. Ini adalah penurunan pertama sejak krisis finansial 2008 lalu.

“Permintaan emas masih mungkin naik. Dengan ketidakpastian yang melingkupi pasar global, emas akan menjadi salah satu pilihan tambahan dalam portofolio investor,” imbuh Klearman.

 

Source : kontan.co.id