KONTAK PERKASA FUTURES – Harga perak akan diprediksi masih akan terus merosot hingga semester I tahun ini. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya produksi perak yang tidak didukung oleh permintaan, khususnya dari industri panel surya.

Dari hasil riset CPM Group, produksi perak di 2017 diperkirakan akan meningkat sebanyak 0,3% menjadi 809,1 juta ons troi. Sayang, kenaikan produksi ini tidak didukung oleh permintaan yang diperkirakan akan menurun sebanyak 1,3% dibanding tahun lalu.

“Hal ini membuat harga perak masih memiliki kemungkinan untuk terus turun hingga pertengahan tahun,” ujar Andri Hardianto, Analis PT Asia Tradepoint Futures saat dihubungi KONTAN, Senin (8/5).

Harga perak memang mengalami kenaikan hari ini. Mengutip Bloomberg, Senin (8/5) pukul 16.59 WIB harga perak kontrak pengiriman Juli 2017 di Commodity Exchange naik 0,56% ke level US$ 16,36 per ons troi dibanding hari sebelumnya. Namun jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, harga perak justru mengalami penurunan sebanyak 2,8%.

Kenaikan yang terjadi hari ini, menurut Andri, tak mampu bertahan lama sebab hanya bersifat teknikal. Menurutnya, belum ada katalis positif yang mampu membuat harga perak kembali menguat dalam jangka panjang.

Selain itu, keadaan geopolitik yang mulai stabil membuat perak memiliki kemungkinan kecil untuk rebound. Terpilihnya Emmanuel Macron sebagai Presiden Prancis membuat pasar sedikit tenang lantaran kebijakannya yang pro-Uni Eropa mampu menjaga stabilitas di benua biru tersebut.

Perak akan mampu kembali menguat setelah mengalami pelemahan delapan hari terakhir. Mengutip Bloomberg, Senin (8/5) pukul 16.59 WIB harga perak kontrak pengiriman Juli 2017 di Commodity Exchange naik 0,56% ke level US$ 16,36 per ons troi dibanding hari sebelumnya.

Menurut Analis PT Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto, kenaikan ini disebabkan oleh technical rebound. “Keadaan ini masih mampu bertahan hingga pertengahan pekan ini,” terka Andri.

Meski meningkat, namun harga perak masih lebih rendah dari Senin (1/5) pekan lalu. Harga perak hari ini lebih rendah 2,8% dibanding pekan lalu yang menyentuh harga US$ 16,84 per ons troi. Andri memperkirakan hal ini disebabkan oleh mulai pulihnya Wall Street dan stabilnya keadaan geopolitik saat ini.

Menurut Andri, kemenangan Emmanuel Macron atas rivalnya, Marine Le Pen mampu membuat harga perak akan semakin tertekan. Calon independen yang awalnya sempat diragukan bisa memenangkan Pilpres Prancis ini lebih disukai pasar lantaran kebijakannya yang pro-Uni Eropa. “Itu sebabnya pelaku pasar melepas aset safe haven, membuat harga perak turun,” ujar Andri.

Penurunan harga perak ini meleset dari perkiraan para analis di awal tahun. Sebelumnya, banyak analis memperkirakan harga perak akan kembali meningkat tahun ini. Namun, situasi politik global yang mulai membaik membuat harga logam mulia ini merosot dari perkiraan awal.

Source : kontan.co.id