Kontakperkasa Future -Yen menguat pada hari ke-4 terhadap dollar, penguatan terlama secara berturut-turut sejak Juni lalu, hal tersebut akibat penurunan harga minyak mentah dan pelemahan saham global yang memicu permintaan aset safe haven.
Dollar Selandia Baru catat gain pada hari ke-3 setelah bank sentral menyatakan bahwa kenaikan suku bunga di masa mendatang akan dilakukan setelah hari mempertahankan suku bunga pinjaman. Dollar Australia rebound pada hari ke-2, reli dari level 4 ½ tahun terendah setelah rilis data pemerintah menunjukkan Australia bulan lalu mengalami kenaikan lapangan pekerjaan dari perkiraan para ekonom sebelumnya. Indeks mata uang berayun melonjak ke level tertingginya dalam lebih dari setahun terakhir.
Dari level kemarin yen naik 0.2% ke level 117.55 per dollar pukul 9:39 pagi waktu Tokyo, saat melonjak 1.6%. Yen turun 0.1% ke level 146.87 per euro. Euro naik 0.3% ke level $1.2487.
Kemarin Indeks volatilitas forex global dari JPMorgan Chase & Co. menyentuh level 9.58% pada hari ke-2, level tertinggi sejak September 2013 silam.
Dollar Selandia Baru catat gain 0.4% ke level 78.41 sen AS setelah kemarin naik 1.7%, kenaikan tajam diantara mayoritas mat auang lainnya. Semenatra Aussie naik 0.6% ke level 83.68 sen AS, menambah kenaian kemarin 0.3%. (bgs)
Sumber : Bloomberg