Penjualan ritel Inggris naik ke level tertingginya dalam 4 bulan terakhir sejak bulan Agustus lalu, seiring melonjaknya permintaan untuk penyedot debu sebelum pembatasan baru pada peralatan listrik yang kuat mulai diberlakukan.

Volume penjualan termasuk bahan bakar mobil naik sebesar 0,4 persen dari Juli lalu, sesuai dengan perkiraan rata-rata dari 21 ekonom yang disurvei Bloomberg News, menurut rilis data dari Kantor Statistik Nasional. Penjualan termasuk bahan bakar naik sebesar 0,2 persen.

Laporan hari ini juga menunjukkan sejauh mana persaingan harga antara retailers Inggris ketika mereka mencoba untuk menarik pelanggan. Secara keseluruhan harga toko anjlok sebesar 1,2 persen dalam setahun pada bulan Agustus lalu, level tertingginya dalam 5 tahun terakhir, sementara harga di toko makanan turun sebesar 0,1 persen, penurunan pertama dalam satu dekade terakhir.

Diukur dengan volume, penjualan makanan-toko melemah sebesar 0,7 persen dari Juli sampai Agustus lalu. Penjualan non-makanan menguat sebesar 1,6 persen, memimpin kenaikan sebesar 3,8 persen di toko-toko barang rumah tangga. Peraturan baru Uni Eropa melarang penjualan penyedot debu bertenaga tinggi yang mulai berlaku pada akhir Agustus lalu. Pembatasan pengering rambut, mesin pemotong rumput dan teko yang dijadwalkan akan diperkenalkan pada awal 2015 mendatang.

Dalam 3 bulan terakhir hingga Agustus lalu, volume penjualan ritel naik sebesar 0,5 persen dibandingkan dengan 3 bulan sebelumnya dan melonjak sebesar 3,2 persen dari tahun sebelumnya. Sementara inflasi Inggris sebesar 1,5 persen, di bawah target Bank Inggris, melebihi perkiraan dari pertumbuhan upah, menekan konsumen.  (knc)

Sumber : Bloomberg