Para pengusaha kelapa sawit dari Negara Bagian Sarawak, Malaysia, yang tergabung dalam Sarawak Oil Palm Plantation Owners Association menyatakan bahwa pengelolaan lahan gambut di Malaysia sudah bagus sehingga tak ada kebakaran.

Ketua Sarawak Oil Palm Plantation Owners Association, Abdul Hamed Sepawi, menyindir Indonesia yang sering mengalami kebakaran lahan gambut.

“Kami menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan tanah gambut. Teknologi pemadatan dan tata kelola air menjadi bagian penting dalam pengelolaan gambut. Sarawak tidak pernah mengalami kebakaran lahan seperti di Indonesia,” kata Hamed dalam 15th International Peat Congress di Kuching, Malaysia, Selasa (16/8/2016).

Hamed menambahkan, pemadatan dalam tata kelola gambut di Malaysia juga membantu peningkatan produktivitas sawit. Jika sebelumnya perkebunan sawit di Malaysia hanya menghasilkan 15 ton per hektar (ha), setelah pemadatan produktivitas meningkat menjadi 30-40 ton per ha.

“Pemadatan juga membantu untuk mengurangi subsidensi,” ujarnya.

“Hingga hari ini, setelah lebih dari 3 generasi, kami berhasil mengelola gambut secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan gambut tidak hanya memberikan pendapatan yang baik bagi pemerintah, tetapi juga mensejahterakan masyarakat,” cetusnya.

Pakar IPB, Basuki Sumawinata, menambahkan bahwa kebakaran gambut di Indonesia banyak terjadi pada kawasan ‘tidak bertuan’ (open access). Biasanya kalaupun terjadi kebakaran di sekitar kawasan kebun, lokasinya berada di perbatasan (border) dengan kawasan tak bertuan yang tidak terkelola.

“Sangat jarang kebakaran terjadi di kawasan perkebunan atau HTI karena pasti masyarakat atau perusahaan bekerja keras menjaga agar tidak terbakar,” kata Basuki.

KONTAK PERKASA FUTURES – Menurut Basuki, Indonesia perlu belajar dari Malaysia yang hampir seluruh kawasan gambutnya dikelola oleh perusahaan besar, sedang, dan kecil yang semuanya dalam kendali pemerintah atau otoritas, sehingga terjaga dengan baik.

“Ini yang harus kita pelajari dari Malaysia, yakni keterlibatan pemerintah untuk mendorong pemanfaatan gambut secara bersama,” tutupnya.

Source : detik.com