KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas cenderung kembali menguat setelah semat menyentuh level terendahnya. Analis memproyeksikan penguatan harga emas akan terjadi secara perlahan dan terbatas hingga akhir tahun.

Mengutip Bloomberg, Jumat (24/8) pukul 18.00, harga emas untuk pengiriman Desember 2018 di Commodity Exchange naik 0,33% menjadi US$ 1.197 per ons troi. Dalam sepekan harga emas tercatat naik 1,09%.

Sebelumnya, pada 16 Agustus 2018 harga emas sempat jatuh ke level terendahnya sejak Desember 2016 di US$ 1.184 per ons troi.

Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra mengatakan, harga emas bisa kembali naik karena dollar AS sempat melemah. “Ketika dollar AS melemah harga emas menguat,” kata Putu, Jumat (24/8).

Pelemahan dollar AS dipicu oleh pernyataan Trump yang mengaku tidak senang dengan kebijakan The Fed untuk menaikkan suku bunga AS secara agresif.

Namun, penguatan harga emas saat ini kembali dibayangi sentimen negatif dengan semakin kuatnya dollar AS lantaran nada hawkish yang disampaikan pejabat The Fed dalam notulensi rapat FOMC.

Putu memproyeksikan secara teknikal selama harga emas belum tembus ke level terendahnya di US$ 1.184 per ons troi maka potensi harga emas untuk menguat masih ada. Namun, Putu mengatakan penguatan harga emas akan terjadi secara perlahan, tidak signifikan tumbuh dan terbatas.

“Harga emas masih bisa menguat secara perlahan karena saat harga emas jatuh ke level terendahnya itu sudah priced in terhadap kenaikan suku bunga The Fed sebanyak dua kali lagi, jadi kemungkinan menguat ada meski terbatas,” kata Putu.

Secara teknikal Putu menganalisis harga emas berada di bawah MA 50, 100, dan 200. MACD bergerak turun di level -12. Stochastic bergerak turun ke level 62. RSI bergerak naik ke level 48.

“Semua indikator menunjukkan penurunan harga emas, tetapi masih bisa menguat perlahan dan terbatas,” kata Putu. Jika harga emas berhasil menguat ke US$ 1.200 per ons troi hingga US$ 1.210 per ons troi, Putu baru memproyeksikan harga emas akan naik secara signifikan ke depannya.

Namun, untuk Senin (27/8) Putu memproyeksikan harga emas berada di US$ 1.175 per ons tori hingga US$ 1.200 per ons troi. Sementara, untuk sepekan depan, Putu memproyeksikan harga emas berada di US$ 1.165 per ons troi hingga US$ 1.210 per ons troi.

Putu merekomendasikan buy on dip untuk emas selama harga tidak menembus ke bawah US$ 1.160 per ons troi.

Senada Direktur Garuda Berjangka Ibrahim memproyeksikan kenaikan harga emas akan tidak akan berlansung lama karena pertemuan AS dengan China hari ini tidak menghasilkan terobosan solusi yang baru dan tarif perdagangan baru senilai US$ 16 miliar untuk barang-barang kedua negara mulai berlaku.

Selain itu, Ibrahim memproyeksikan pelemahan dollar AS yang bisa menjadi katalis positif bagi emas belum bisa dipertahankan, meski Qatar dan China mau membantu krisis yang terjadi di Turki dan membuat lira sedikit menguat.

Dengan tidak adanya kondisi geopolitik yang kembali memanas, maka harga emas berpotensi kembali melemah. Ibrahim memproyeksikan harga emas bis melemah mendekati US$ 1.150 per ons troi bila suku bunga The Fed naik di akhir tahun.

Secara teknikal Ibrahim memproyeksikan harga MA berada 60% diatas bolinger band. Stochastic berada 70% diarea negatif. MACD 60% negatif dan RSI 60% positif.

“Indikator menunjukkan harga emas ini diangkat naik dulu tetapi nanti akan jatuh kembali,” kata Ibrahim.

Ibrahim memproyeksikan harga emas di Senin (27/8) berada di rentang suport US$ 1.172 per ons troi hingga US$ 1.181 per ons troi. Sedangkan rentang resistance berada di US$ 1.197 per ons troi hingga US$ 1.206 per ons troi.

Source : kontan.co.id