PT KONTAK PERKASA – Krisis finansial di beberapa negara tak mampu mengerek harga emas. Rabu (5/9) pukul 8.00 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2018 di Commodity Exchange tergerus 0,14% ke US$ 1.197,40 per ons troi.

Harga emas turun 0,77% sejak akhir pekan lalu yang ada di level US$ 1.206,70 per ons troi. Status safe haven emas tergantikan oleh dollar Amerika Serikat (AS) yang makin kokoh.

Indeks dollar bertahan di atas level 95 sejak akhir pekan lalu. Selain akibat kekhawatiran krisis ekonomi yang kini meluas ke Afrika Selatan, dollar menguat menjelang pengumuman bank sentral AS bulan ini yang diramal akan menaikkan suku bunga acuan.

“Selama dollar menguat, potensi kenaikan harga emas sangat tipis,” kata Ole Hansen, head of commodity strategy Saxo Bank kepada Reuters.

Hansen menambahkan, dia pun tidak melihat harga emas akan turun lebih jauh. Sebelumnya, pelemahan yuan menjadi salah satu penyebab penurunan harga emas. “Yuan mulai stabil dalam dua pekan ini setelah bank sentral memberi sinyal akan menstabilkan nilai tukar,” imbuh dia.

Ryan McKay, commodities strategist TD Securities mengatakan, support kuat harga untuk emas berada di level US$ 1.180 per ons troi.

Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) tercatat naik.

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam, Selasa (4/9) berada di posisi Rp 651.000. Harga tersebut naik Rp 2.000 dari posisi harga Senin (3/9).

Sementara, kenaikan harga lebih tinggi ini terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback emas Antam sebesar Rp 3.000 menjadi Rp 569.000 per gram.

Berikut harga untuk emas batangan milik Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan sudah termasuk pajak:
1 gram: Rp 651.000
5 gram: Rp 3.082.000
10 gram: Rp 6.099.000
25 gram: Rp 15.140.000
50 gram: Rp 30.204.000
100 gram: Rp 60.338.000
250 gram: Rp 150.593.000
500 gram: Rp 300.984.000

Source : kontan.co.id