KONTAK PERKASA FUTURES – Acer sudah menjual Chromebook di Indonesia sejak tahun 2014, dan kini mereka baru merilis varian anyarnya, yaitu Chromebook 14.

Petinggi Acer tak menampik sejumlah hal yang menghambat suksesnya platform besutan Google ini di Indonesia. Salah satunya adalah kehadiran koneksi internet, mengingat Chrome OS — sistem operasi yang ada di perangkat ini — sangat bergantung pada internet dalam penggunaannya.

“Kita sudah rilis dari 2014, namun kan memang ada sedikit keterbatasan, yaitu infrastruktur,” ungkap Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia di Hotel Hermitage saat meluncurkan produk ini, Rabu (23/6/2016) petang.

Selain kebutuhan akan koneksi internet, penggunaan Chrome OS juga dinilai sedikit menghambat popularitas laptop ini. Pasalnya, pengguna masih perlu melakukan adaptasi terhadap sistem yang sama sekali berbeda dengan laptop pada umumnya, baik itu yang berbasis Windows, macOS, ataupun Linux.

“Penggunanya saat ini masih mencocokkan aplikasi, karena ini kan pakai Chrome OS, dan itu benar-benar beda dari yang sudah ada,” ujarnya.

Meski begitu, menurut Herbet, peminat Chromebook ini tetaplah ada, meski enggan menyebut angka penjualan. Ia juga menyebut kalau Chromebook di Amerika Serikat lebih banyak digunakan oleh institusi pendidikan dan korporasi. “Di Amerika pun pengguna terbanyaknya kan dari pendidikan,” tambah Herbet.

Sejumlah institusi pendidikan dan korporasi di Indonesia disebut sudah ada yang menggunakan Chromebook. Herbet pun menyatakan kalau pihaknya bekerja sama dengan sebuah operator untuk membundling perangkat ini dengan layanan operator tersebut.

Source : detik.com