KONTAK PERKASA FUTURES – Jika Donald Trump menang dalam pemilihan presiden AS pada November nanti, diperkirakan harga emas akan mengalami lonjakan kenaikan harga yang kuat.

Kemenangan Trump akan merangsang ketakutan pasar mengingat selama ini Trump lekat sebagai pribadi yang proteksinis bagi AS. Sebaliknya jika Hillary Clinton yang terpilih, kenaikan harga emas bisa terjadi dalam gerak yang lebih moderat. Hillary identik dengan pribadi yang lebih moderat dan perekonomian AS tidak cukup parah terpapar dengan kemenangannya.

Harga emas ditahun ini telah naik sebesar 27% oleh sentimen kebutuhan aset pengaman investasi, safe haven. Kebutuhan ini meningkat dengan ketidak pastian kondisi ekonomi dan geopolitik global. Keluarnya Inggris dari Uni Eropa masih menimbulkan kegelisahan pelaku usaha dunia. Belum lagi masalah suku bunga AS, meskipun saat ini masih rendah, namun suku bunga AS kuat sekali dipertimbangkan untuk naik diakhir tahun ini. Disisi lain, pemilihan presiden AS pada bulan November nanti menarik perhatian terbesar pasar saat ini. Hasil konvensi partai Demokrat yang menunjuk Hillary Clinton sebagai kandidat melawan calon dari partai Republik, Donald Trump mulai memanas.

Harga emas diperdagangkan pada kisaran $1.352 per troy ons. Sebelumnya pada 29 Juli mencetak harga tertingginya dalam dua minggu ini. Kenaikan ini dipengaruhi oleh data ekonomi yang menunjukkan kondisi ekonomi AS tumbuh dibawah perkiraan pasar dalam kwartal kedua tahun ini. Permintaan emas meningkat oleh situasi kritis saat ini. Ditengah upaya pulihnya tingkat konsumsi emas yang tertekan dengan sentimen kenaikan suku bunga AS, pemilihan presiden AS menjadi momentum kebangkitan harga emas.

Bagi kalangan pengembang, situasi politik AS saat ini sangat krusial. Beberapa pakta yang ditanda-tangani AS selama ini dianggap tidak bisa memberikan kondisi ekonomi yang lebih baik, khususnya bagi kalangan buruh dan kelas bawah. Trump mentargetkan raupan suara dari para kelas buruh dengan menyatakan akan menentang pakta-pakta ekonomi termasuk North American Free Trade Agreement.

Sektor perbankan dan pertambangan AS juga menitik beratkan perhatian mereka dalam peristiwa ini. Meskipun kemungkinannya kecil, namun kemenangan bagi Trump akan melemahkan fundamental perekonomian AS dan menciptakan ketidak pastian. Tentu saja ini akan membuat harga emas melejit. Sebaliknya jika Hillary yang menang, harga emas melejit namun tidak kencang.

Kenaikan harga emas nampaknya memang tak tertahan kembali seiring dekatnya masa pemilihan presiden AS bulan November nanti. Peristiwa ini diperkirakan akan memiliki dampak yang lebih besar dan nyata dibandingkan dengan saat peristiwa BREXIT, keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Jika Trump terpilih sebagai presiden, perdagangan global akan terancam. Dia menentang atas sejumlah pakta yang ada saat ini dan menggelontorkan ide agar AS keluar dari World Trade Organization, menurut Oversea-Chinese Banking Corp dalam laporannya minggu lalu. Bagi sektor pasar uang berasumsi jika Hillary yang menang, sakitnya tidak akan beda jauh dengan saat BREXIT.

Source : financeroll.co.id