Yang diharapkan oleh perusahaan adalah loyalitas pegawainya. Dengan adanya loyalitas proses pencapaian target akan mudah dilakukan. Tanpa loyalitas akan terjadi kemustahilan jalannya perusahaan akan baik dan mulus. Loyalitas tak terbantahkan dan menjadi tututan perusahaan dimanapun si karyawan bekerja.

Namun bila berhadapan dengan marketing ternyata tak membutuhkan loyalitas. Bagaimana mungkin memelihara orang yang tak memiliki loyalitas! Marketing merupakan ujung tombak yang langsung berhubungan dengan pasar atau masyarakat. Bagaimana mungkin marketing tak memiliki loyalitas itu. Bisa-bisa produk atau jasa yang dijual tidak akan pernah diterima di pasar.

Ternyata memelihara marketing tak loyal ada nilai positifnya, yang paling utama mereka dapat memperluas produk dan jasa di dalam masyarakat. Kemudian tentunya mendatangkan omzet yang tidak sedikit bila produk dan jasa sudah meluas. Di samping itu sebagai produsen kita diuntungkan dengan mendapatkan banyak database yang dikumpulkan oleh si marketing tak loyal ini.

Berapa banyak database yang bisa kita dapatkan? Sangat banyak sekali! Ini berhubungan dengan jumlah marketingnya yang juga sangat banyak. Bayangkan saja bila ada 20-30 marketing, dapat dibayangkan jumlah database yang bisa didapatkan. Database sangat berguna untuk menggenjot penjualan produk dan jasa sesuai dengan target yang ada pada masa-masa setelah ini.

Tentunya jumlah marketing tak loyal ini membutuhkan seorang kepala untuk mengaturnya. Serta sistem administrasi yang baik. Seorang kepala atau pemimpin bertugas untuk mengkoordinasikan segala strategi marketing yang dibutuhkan untuk memasarkan produk dan jasanya. Sedangkan sistem administrasi yang baik, berguna untuk mengatur segala pemasukan dan pembayaran komisi bagi marketing-marketing ini.

Yang terpenting dalam mengelola marketing tak loyal dalam memasarkan produk dan jasa kita, adalah keberadaan dari semua informasi dan pengetahuan tentang produk dan jasa yang hendak dipasarkan. Bagian ini tidak terbantahkan, sebab bekal pengetahuan produk dan jasa harus dikantungi oleh para marketing dalam menjaring konsumen dan kliennya. Pengetahuan dan informasi tidak bisa diberikan hanya melalui briefing saja. Melainkan dengan memberikan kelas dan waktu khusus untuk menjabarkan pengetahuan dan informasi mengenai produk dan jasanya. Meskipun yang disampaikan hanyalah sebatas kulitnya saja.

Para marketing ini tak pernah mempersoalkan produk atau jasa yang mereka pasarkan. Sejauh produk dan jasa itu layak dan dapat dijual, maka mereka akan melemparkannya ke masyarakat. Tentunya pemancing berupa prosentase sebagai komisinya dari nilai produk atau jasa yang terjual, sudah menjadi pendorong mereka untuk terus bergerak.

Poni-poin bila Kita memiliki marketing tak loyal;

  • Mendapatkan database dalam jumlah yang banyak
  • Tak memerlukan sistem penggajian yang rumit
  • Sistem pengupahan berdasarkan komisi
  • Menyebarkan pengetahuan dan informasi mengenai produk atau jasa lebih luas di masyarakat
  • Kerugian yang ada hanyalah turn over yang tinggi dari para marketing ini
  • Mereka akan menjual produk atau jasa apapun selama itu layak dan dapat dipasarkan
  • Ujung tombak dari pemasaran produk dan jasa kita

– Sumber: Bisnisindeks.com