KONTAK PERKASA FUTURES – Pelaku Pasar Menanti Kebijakan Jokowi.

Di bursa Amerika, indeks Dow Jones ditutup di 17,804.87 menguat 129.71 poin (0.73%).

Harga minyak mentah WTI ditutup di US$ 49.19 per barel menguat 2.52%, sedangkan harga minyak mentah Brent pagi ini berada di US$ 50.65 per barel menguat 3.01%. Penguatan harga minyak mentah dipicu hasil polling yang menunjukkan kemungkinan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa semakin rendah.

Dari sektor komoditas, harga emas bisa menguat dalam pekan ini, terutama jika hasil pemungutan suara di Inggris berakhir Inggris keluar dari Uni Eropa. Hal ini disebabkan karena ekspektasi para investor jika Inggris jadi keluar dari Uni Eropa, maka bukan hanya nilai tukar poundsterling dan euro saja yang akan terkena dampaknya, namun ekonomi secara global juga akan terkena. Oleh karena itu, pilihan investasi tertuju pada emas, dimana emas merupakan instrumen investasi yang memiliki fisik dan merupakan logam yang berharga yang langka.

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup di 4.863,53 atau menguat 28,39 poin (+0.59%). IHSG berpotensi bergerak dalam range 4820-4900.

Dari dalam negeri, pemerintah akan mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid XIII yang fokusnya adalah standarisasi harga properti dan memperjelas aturan bisnis e-commerce. Paket kebijakan ini diperkirakan akan dirilis pada minggu depan.

Sementara itu, dana repatriasi dari Tax Amnesty selain akan didorong masuk ke sektor properti, pemerintah berencana untuk mendorong agar masuk ke sektor infrastruktur. Diharapkan dengan masuk ke infrastruktur, dana tersebut dapat tinggal lebih lama di Indonesia. Tentunya hal ini menjadi sentimen positif bagi sektor infrastruktur.

Ada beberapa sentimen positif untuk saham-saham CPO :
Upaya pemerintah Perancis untuk menerapkan pajak progresif atas impor CPO di negaranya akan diputuskan di Juli 2016. Namun menurut kabar terbaru, senat Perancis telah menggugurkan usulan pengenaan paja progresif untuk CPO.
Cadangan CPO Indonesia diperkirakan merosot
Serapan biodiesel yang dicampur dengan solar bersubsidi mencapai 1.34 juta kilo liter.
Kenaikan harga minyak kedelai, saingan minyak sawit, hal ini meningkatkan daya saing CPO.

MEDC masih berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 1775-1800.

MLPL masih berpotensi menguji level resisten 400.

PTBA uji resisten 8000, strong recommended jika breakout 8000 jangka menengah potensi uji level 11350.

PWON, breakout dari 570 berpotensi menguji 620 dalam jangka pendek dan berpotensi untuk lanjut uptrend dalam jangka menengah.

Salam profit.

Source : detik.com