PT KONTAK PERKASA FUTURES – Bursa Pasar Wall Street ditutup beragam pada Senin (27/11) waktu setempat. Ketiga indeks gagal mengukir rekor tertinggi baru, meski disokong laju saham peritel. Sebab, pasar mengantisipasi keberlanjutan rencana reformasi pajak.

Mengutip CNBC, Dow Jones Industrial Average (DJIA) berakhir naik 22,79 poin atau 0,10% menjadi 23.580,78. Indeks gagal mencetak rekor penutupan, meski sempat menembus level tertinggi intraday di 23.638,92.

Sementara, S&P 500 turun 0,04% ke posisi 2.601,42. Koreksi saham Western Digital sebesar 6,7% mengimbangi kenaikan saham L Brands sebesar 4%. Kemudian, Nasdaq tergelincir 0,15% ke level 6.878,52. Meski ditutup melemah, namun kedua indeks sempat menyentuh rekor tertinggi intraday.

Mayoritas saham ritel mencetak kinerja gemilang, karena ekspektasi penjualan pada musim liburan bakal kuat, menyusul kesuksesan penjualan saat Black Friday. Raksasa e-commerce Amazon naik 0,8%, setelah data Adobe Analytics menunjukkan penjualan online Black Friday naik hampir 17% dibandingkan tahun lalu.

“Hanya dibutuhkan sedikit kabar baik bagi perusahaan-perusahaan ini untuk bisa naik lebih tinggi,” kata Art Hogan, Kepala strategi pasar di Wunderlich Securities, seperti dikutip CNBC.

Namun, lanjut Hogan, bagaimanapun Wall Street tetap berhati-hati menjelang pemungutan suara di Senat AS terkait draf UU perpajakan pada Kamis ini. Ada kehawatiran draf UU tidak bisa rampung sebelum akhir tahun ini. Sebab, ada perbedaan isi draf yang diusung oleh Senat dan DPR.

Source : kontan.co.id