PT KONTAK PERKASA FUTURES –¬†Nasdaq kembali memecahkan rekornya sendiri. Sementara Indeks S&P 500 naik tipis karena investor mengamati data ekonomi AS yang solid.

Namun, saham bank menurun bersama dengan penurunan imbal hasil surat utang pemerintah Amerika Serikat (Treasury AS).

Aktivitas sektor jasa AS mengalami akselerasi pada bulan Mei, menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang kuat di kuartal kedua, meskipun tarif perdagangan dan kekurangan pekerja menjadi ancaman bagi prospek bisnsi di negara itu.

“Perekonomian terus menjadi fondasi yang sangat kuat bagi pasar saham. Apa yang tampaknya dilihat pasar saat ini adalah kemungkinan perlambatan di luar Amerika Serikat,” kata Tracie McMillion, kepala strategi alokasi aset global untuk Wells Fargo Investment Institute di Winston-Salem, North Carolina.

“Investor khawatir tentang perlambatan pertumbuhan di pasar negara berkembang dan khawatir tentang Italia mampu menstabilkan pemerintahnya,” kata McMillion kepada Reuters.

Dow Jones Industrial Average turun 13,71 poin (-0,06%) menjadi 24.799,98. Indeks S&P 500 naik 1,93 poin, (0,07%) menjadi 2,748.8. Adapun Nasdaq Composite menambahkan 31,40 poin (0,41%) menjadi 7.637,86.

Indeks Volatilitas CBOE, barometer yang paling banyak diikuti tentang perkiraan volatilitas jangka pendek Indeks S&P 500 ditutup turun 0,34 poin pada 12,4, penutupan terendah sejak 26 Januari.

Sektor keuangan adalah penghambat terbesar S&P 500 dengan penurunan 0,4%. Harga saham Bank of America dan Citibank turun sekitar 0,9%.

Tiga indeks besar Wall Street naik pada Senin (4/5), dipimpin oleh reli saham teknologi. Nasdaq terdorong ke rekor penutupan tertinggi karena investor bertaruh pada kelanjutan pertumbuhan ekonomi yang kuat, sementara penurunan harga minyak membebani di sektor energi.

Data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan untuk bulan Mei 2018 masih merupakan kunci bagi optimisme investor karena para pedagang mengalihkan fokus mereka dari ketakutan perang perdagangan baru-baru ini.

“Ada momentum dari laporan pekerjaan hari Jumat yang tumpah ke perdagangan Senin dan membantu mendorong saham lebih tinggi,” kata Kristina Hooper, Kepala Strategi Pasar Global di Invesco di New York.

Namun, meski terkesan pada laporan pekerjaan yang begitu kuat di akhir ekspansi ekonomi, Hooper khawatir tentang pengumuman pemerintah AS pekan lalu tarif baja dan aluminium untuk Eropa, Kanada dan Meksiko, yang mengakhiri pembebasan dua bulan.

“Laporan pekerjaan tampak di kaca spion sementara aksi proteksionis minggu lalu akan berdampak pada masa depan,” katanya. “Investor mungkin terperangah jika ada dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini dari proteksionisme.”

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 178,48 poin (0,72%) menjadi 24.813,69. Indeks S&P 500 naik 12,25 poin (0,45%) menjadi 2,746.87. Nasdaq Composite menambahkan 52,13 poin (0,69%) mencapai 7,606.46, rekor penutupan tertinggi.

Source : kontan.co.id