PT KONTAK PERKASA – Perebutan kursi Direktur Utama Pertamina semakin panas. Dewan Komisaris Pertamina sudah memberikan rekomendasi tiga nama terbaik dari lima orang internal Pertamina.

Dari tiga nama kandidat itulah akan dipilih satu sebagai orang nomor satu Pertamina. “Nama-namanya sudah diserahkan dan di meja Presiden Joko Widodo,” kata Tanri Abeng, Komisaris Utama Pertamina kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Deputi Bidang Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Menetri BUMN yang juga Komisaris Pertamina Edwin Hidayat Abdullah menyebutkan, sejatinya ada lima kandidat internal Pertamina yang diusulkan Dewan Komisaris Pertamina. Tiga di antaranya adalah Rachmad Hardadi, Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia, Syamsu Alam, Direktur Hulu Pertamina dan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina Yenni Andayani.

Terkait dua calon lagi, Edwin enggan buka-bukaan. “Dewan komisaris meminta lima-limanya di assessment, tapi ada tiga terbaik,” jelas Edwin, Rabu (8/3).

Ia menjelaskan sejumlah kriteria nakhoda Pertamina. Di antaranya adalah kemampuan memimpin dan menguasai bisnis. Dirut Pertamina juga mampu mensinergikan BUMN ini.

Edwin juga berharap, Dirut Pertamina memiliki integritas dan pengalaman. Tapi ia menegaskan, kriteria paling utama itu adalah leadership. “Kami tidak mungkin mencari yang mengerti semua teknikal, yang penting leadership, punya visi, mempunyai strategi yang jitu membawa Pertamina sampai ke visi yang ditetapkan sebagai world class energy company,” imbuhnya.

Selain tiga calon internal Pertamina, Edwin juga mengungkapkan, akan ada calon dari eksternal. Namun dia mengaku tidak mengetahui jumlah calon Dirut Pertamina yang berasal dari eksternal, begitu juga dengan nama calon-calon tersebut.

Yang beredar juga adalah nama nama diantaranya adalah Arcandra Tahar, Elia Massa Manik, CEO PTPN Holding, dan Sofyan Basir Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Biasanya nama nama calon dirut BUMN yang disodorkan kepada presiden berjumlah tiga hingga lima orang.

Proses penunjukan orang nomor satu Pertamina dilakukan berjenjang. Menteri BUMN menyerahkan nama calon-calon ke presiden. Targetnya, pada Maret 2017 ini, presiden sudah memilih Dirut Pertamina yang baru.