KontakPerkasa Futures – Minyak kembali turun setelah mencatat kenaikan bulanan pertamanya sejak Juni tahun lalu menyusul kenaikan produksi dari Arab Saudi mendorong output OPEC melebihi kuota kolektif pada bulan ke-9.
Kontrak berjangka minyak turun sebesar 1.1% di New York. OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) memproduksi sebesar 30.6 juta barel per hari pada Februari lalu, diatas target output yang sebesar 30 juta per hari, menurut survei Bloomberg. Para produsen minyak dari AS menurunkan jumlah peralatan pengeboran pada pekan ke 12 ke level terendah sejak Juni tahun 2011 lalu, hal itu menurut rilis data dari Baker Hughes Inc.
Arab Saudi yang memimpin keputusan OPEC pada November tahun lalu untuk mempertahankan output OPEC, memperburuk melimpahnya minyak global dengan mencatat penurunan hampir 50% selama 2014 lalu. Minyak acuan WTI (West Texas Intermediate) menekan harga minyak Eropa saat sesi penutupan tanggal 27 Februari lalu pada level tertajamnya dalam lebih dari setahun terakhir seiring pasokan minyak mentah AS naik ke level tertingginya dalam rilis data mingguan sejak Agustus 1982 silam.
WTI untuk pengiriman bulan April turun sebesar 54 sen ke level $49.22 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $49.35 pukul 11:18 pagi ini waktu Sydney. Kontrak berjangka WTI naik $1.59 ke level $49.76 pada 27 Februari lalu dengan mencatat kenaikan 3.2% dalam sebulan terakhir.
Sedangkan Brent untuk pengiriman bulan April turun 41 sen atau 0.7% ke level $62.17 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London. Brent naik $2.53 ke level $62.58 pada hari Jumat lalu. Harga acuan brent mengalami kenaikan 18% selama Februari lalu, kenaiakan tajam sejak Mei 2009 silam. Acuan minyak mentah Eropa tersebut lebih tinggi sebesar $12.84 dibanding WTI setelah ditutup $12.82 pada hari Jumat lalu, tertinggi sejak Januari 2014 lalu. (bgs)
Sumber : Bloomberg