PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas merangkak naik dalam dua hari perdagangan hingga awal pekan ini. Senin (30/4) pukul 7.42 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2018 di Commodity Exchange naik ke US$ 1.325,60 per ons troi.

Harga emas naik 0,17% dari penutupan pekan lalu di US$ 1.323,40 per ons troi. “Kombinasi pelemahan dollar dan penurunan imbal hasil US treasury di bawah 3% mendorong harga emas,” kata Walter Pehowich, executive vice president Dillon Gage Metals kepada Reuters.

Hari ini, imbal hasil US treasury bertenor 10 tahun berada di 2,958%, turun dari level tertinggi pada Kamis lalu. “Harga emas membal dari moving average 100 hari yang ada di US$ 1.320 dan terus bergerak di atas level tersebut karena imbal hasil menurun,” kata Bart Melek, head of commodity strategy TD Securities.

Meski merangkak naik dalam dua hari perdagangan, harga emas masih turun 0,12% sepanjang bulan April. Harga emas ini pun masih berada di bawah rata-rata harga sepanjang 2018 yang ada di level US$ 1.337,54. Harga pun masih 3,48% di bawah level tertinggi sepanjang tahun ini pada US$ 1.373,40 per ons troi.

Pergerakan harga jual emas batangan keluaran PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tak terpengaruh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) belakangan. Kalau biasanya pelemahan mata uang Garuda mendorong penguatan harga emas batangan, tetapi kali ini harganya justru melemah.

Mengutip situs logammulia.com, Kamis (26/4) harga jual emas Antam tercatat melemah Rp 3.000 ke level Rp 653.000 per gram dan harga jual kembali melemah Rp 6.000 ke level Rp 582.000 per gram. Jika dibandingkan sepekan sebelumnya harga jual turun Rp 6.000 dan harga beli kembali terkoreksi Rp 9.000.

“Kalau melihat beberapa hari terakhir sepertinya emas Antam sedang mengikuti harga emas spot,” ujar Alwy Assegaf, Analis PT Global Kapital Investama Berjangka kepada Kontan.co.id, Kamis (26/4).

Menurut data Bloomberg, Kamis (26/4) pada pukul 17.00 WIB, harga untuk emas kontrak pengiriman Juni 2018 di Commodity Exchange tercatat menguat 0,14% ke level US$ 1.324,70 per ons troi. Sepekan terakhir, harga emas turun 2,13%.

Menurut Alwy sekarang ini emas batangan tengah mengikuti harga emas spot yang berada dalam fase konsolidasi. Walaupun mengalami pelemahan tetapi pergerakannya masih tertahan di batas bawah US$ 1.300 per ons troi.

Padahal seharusnya emas Antam mendapatkan katalis positif dari pelemahan rupiah. Sepekan terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah 0,77%. Pada penutupan perdagangan Kamis (26/4) valuasinya menguat 0,22% ke level Rp 13.891 per dollar AS. “Sekarang ini bergantung ke emas spotnya, kalau naik maka bisa mengangkat harga untuk emas batangan,” imbuhnya.

Deddy Yusuf Siregar, Analis PT Asia Tradepoint Futures melihat, pelemahan emas Antam lebih disebabkan oleh perhatian pasar tengah tertuju pada rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS di kuartal II ini. Pelaku pasar cenderung memburu dollar AS dan mengabaikan pelemahan rupiah. Bagi investor di tanah air, emas tak lagi menjadi asset lindung nilai. “Apalagi harga emas Antam juga sudah terlalu tinggi,” ungkapnya.

Harga jual kembali yang menyentuh level Rp 582.000 per gram menurut Deddy juga mendorong investor untuk melakukan aksi ambil untung menjelang rapat The Fed pada 3 Mei nanti. Kata dia, ini juga merupakan langkah antisipasi pasar sembari menanti kepastian arah kebijakan The Fed.

Source : kontan.co.id