KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas merangkak naik perlahan-lahan dalam tiga hari perdagangan. Jumat (2/2) pukul 7.40 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2018 di Commodity Exchange naik 0,25%  ke US$ 1.351,30 per ons troi.

Dalam tiga hari kenaikan, harga emas menguat 0,84%. Level tertinggi harga emas sebelumnya adalah US$ 1.368 per ons troi yang tercapai Kamis pekan lalu.

Arah harga emas hari ini akan bergantung pada rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS). Data ini akan menjadi salah satu patokan kebijakan moneter AS selanjutnya.

Salah satu hal yang dapat menghambat rencana tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini adalah tingkat upah. “Jumlah tenaga kerja terus meningkat dengan tingkat pengangguran makin turun. Tapi, tingkat upah masih sulit naik,” kata Chris Gaffney, President EverBank kepada Reuters.

Dia menambahkan, data tenaga kerja yang lebih tinggi ketimbang ekspetasi, tingkat pengangguran lebih rendah, serta tingkat upah yang naik bisa menunjukkan sinyal penguatan ekonomi. Alhasil, dollar AS akan menguat dan menekan harga emas.

Sejak awal pekan ini, pergerakan harga emas batangan  PT Aneka Tambang Tbk cukup volatil. Volatilitas emas Antam mengikuti pergerakan emas di pasar spot.

Mengutip situs logammulia, Rabu (31/1), harga jual emas Antam pecahan 1 gram naik 4,27% atau Rp 26.000 dibandingkan hari sebelumnya menjadi Rp 635.00 per gram. Namun, jka dibandingkan Rabu pekan lalu, harganya hanya naik sekitar 0,79% atau Rp 5.000 per gram.

“Ini mengikuti emas global, harganya juga turun, dan kemudian naik lagi,” ungkap Deddy Yusuf Siregar, analis PT Asia Tradepoint Futures kepada Kontan.co.id.

Menurutnya, secara umum, menjelang tahun baru Imlek permintaan memang cukup tinggi. Selain itu investor juga melihat perkembangan situasi politik di Amerika Serikat (AS). Bagaimanapun isu terhentinya pemerintahan AS masih membayangi karena anggaran belanja pemerintah belum disepakati seluruhnya. Hal inilah yang akhirnya memberi sentimen positif bagi harga emas spot.

Selain mengekor harga emas spot, kata Deddy, sebenarnya pergerakan harga emas Antam juga dipengaruhi oleh karakter investor domestik. Ia melihat, belakangan emas batangan lebih banyak diburu, karena PT Aneka Tambang Tbk kerap meluncurkan varian baru seperti emas edisi Idul Fitri dan emas edisi Imlek.

“Kalau dari sentimen domestik sejauh ini belum terlihat,” imbuhnya.

Kecenderungan yang sering terjadi harga emas Antam juga kerap dipengaruhi oleh pergerakan rupiah. Biasanya pelemahan rupiah bisa memicu penguatan harga emas batangan. Namun, kenyataannya saat ini tren penguatan rupiah masih belum mampu menahan laju harga.

Di pasar spot, Rabu (31/1), valuasi rupiah ditutup menguat 0,36% ke level Rp 13.386 per dollar AS. Sedangkan jika dilihat sejak akhir tahun lalu penguatannya sudah mencapai 1,25%.

Kata Deddy, sejauh ini, harga emas batangan masih dalam tren kenaikan. Namun memasuki kuartal II 2018 penguatannya kemungkinan akan mulai terkoreksi. Biasanya menjelang perayaan Idul Fitri, investor domestik justru banyak melakukan aksi jual. Namun, untuk Kamis (1/1), ia memperkirakan emas Antam masih mampu bergerak pada harga Rp 640.000-Rp 600.000 per gram.

Source : kontan.co.id