KONTAK PERKASA FUTURES – Setelah bergerak menurun beberapa waktu yang lalu, akhirnya harga minyak mentah WTI berhasil memiliki tenaganya kembali dan tembus ke harga US$ 50 per barel.

Melihat data Bloomberg, Rabu, 22 Juni 2016 pukul 14.37 WIB harga minyak mentah WTI kontrak pengiriman Agustus 2016 di New York Mercantile Exchange naik 0,96% ke harga US$ 50,33 per barel dibandingkan hari sebelumnya.

Hal tersebut terjadi setelah American Petroleum Institute mengeluarkan data cadangan minyak AS mingguan turun 5,2 juta barel minggu lalu. Sedangkan pasar kini sedang menunggu keluarnya data dari pemerintahan AS lewat Energy Information Administrations yang diperkirakan akan turun 1,5 juta barel dan juga merupakan penurunan dalam lima minggu berturut-turut.

Dukungan lainnya untuk harga juga datang dari pertemuan antara pemerintahan Nigeria dan para demonstran militan yang belum juga mencapai kesepakatan. Kalau nantinya pertemuan ini tidak berhasil mencapai kesepakatan maka produksi minyak Nigeria bakal terus diganggu oleh para demonstran.

“Harga minyak memiliki peluang untuk bergerak di harga US$ 45 – US$ 50 per barel dalam jangka pendek ini,” kira David Lennox, Analyst Fat Prophets di Sydney seperti dilihat dari data Bloomberg, Rabu 22 Juni 2016.

Meskipun permintaan belum terlihat naik tapi stok sudah menunjukkan penurunan lagi, yang berarti ada celah bagi harga minyak WTI agar rally sesaat.

Tambahan dukungan untuk harga minyak juga terlihat laporan stok di Cushing, Oklahoma, pelabuhan minyak terbesar AS yang turun 1,3 juta barel. Tentu saja faktor positif dari AS tersebut cukup mampu mendukung pergerakan harga minyak di tengah tingginya ketidakpastian pasar tentang referendum Brexit besok.

Source : kontan.co.id