PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak dunia ditutup pada level tertinggi tujuh bulan di pasar Amerika Serikat, Senin (30/10) malam. Pasar minyak lebih solid, karena ekspektasi negara-negara produsen minyak akan memperpanjang kesepakatan pengurangan produksi.

Mengutip CNBC, minyyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember di Nymex berakhir naik 0,46% ke posisi US$ 54,15 per barel. Ini penutupan tertinggi sejak April 2017.

Minyak Brent juga naik 0,7% menjadi US$ 60,84 per barel. Ini merupakan level penutupan tertinggi sejak Juli 2015.

Namun, di pasar Asia, harga WTI sedikit melandai ke US$ 54,05 sebarel pada Selasa pukul 07.37 WIB.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya termasuk Rusia, sepakat memotong produksi sebesar 1,8 juta barel per hari untuk mengurangi kelebihan pasokan di pasar global. Kesepakatan ini akan berakhir Maret tahun depan.

Sekjen OPEC Mohammad Barkindo menyatakan, produsen minyyak utama, seperti Arab Saudi dan Rusia menyatakan dukungannya untuk memperpanjang kesepakatan pemangkasan produksi selama sembilan bulan setelah Maret 2018. Mereka diperkirakan akan membahas perpanjangan kesepakatan tersebut dalam pertemuan di Wina pada 30 November.

“Kenaikan harga belakangan ini sampai batas tertentu dikaitkan dengan dukungan Saudi dan Rusia untuk memperpanjang pemangkasan pasokan,” kata konsultan JBC Energy seperti dilansir CNBC.

JP Morgan menaikkan proyeksi harga miinyak 2018 untuk Brent dan WTI masing-masing menjadi US$ 58 dan US$ 54,63 sebarel.
Revisi tersebut mencerminkan pengurangan produksi OPEC dan non-OPEC serta pertumbuhan permintaan yang lebih tinggi dari perkiraan.

Source : automobilemag.com