Minyak pangkas penurunan mingguan terbesar hampir delapan bulan terakhir di mana data AS menunjukkan peningkatan pasokan.

Mengutip Bloomberg, Jumat (2/9), minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik sebanyak 55 sen menjadi US$ 43,71 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan pada US$ 43,56 pukul 08:01 pagi waktu Tokyo.

Kontrak minyak turun 3,5% menjadi US$ 43,16 pada hari Kamis. Harga turun 8,5% pekan ini, penurunan mingguan terbesar sejak Januari 15.

Sedangkan, minyak Brent untuk pengiriman November ter pangkas US$ 1,44 atau 3,1%, ke US$ 45,45 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange, Kamis.

KONTAK PERKASA FUTURES – Badan Administrasi Informasi Energi AS menyebut stok minyak naik 2,28 juta barel pekan lalu. Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan ia tidak melihat kebutuhan negara penghasil minyak untuk memaksakan pembatasan produksi. Pernyataan ini datang menjelang pertemuan para anggota OPEC dan produsen minyak lainnya di Algiers.

Sebelumnya, minyak naik 7,5% pada Agustus di tengah spekulasi bahwa 26-28 September pembicaraan dapat menghasilkan kesepakatan untuk mengelola pasar.

Source : kontan.co.id