KontakPerkasa Futures – Minyak menuju kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari empat tahun terakhir di tengah tanda-tanda perlambatan dalam produksi AS yang dapat memangkas berlimpahnya pasokan sejak 1930.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York dan siap untuk kenaikan sebesar 9,6% sampai 17 April, yang merupakan terbesar sejak Februari 2011. Output minyak mentah AS melambat pada pekan lalu sementara pasokan dari shale formations diperkirakan turun pada bulan Mei, menurut Administrasi Informasi Energi (EIA). Senat AS mencapai kesepakatan mengenai langkah ke depan yang dapat memberikan anggota parlemen kesempatan untuk meninjau kesepakatan mengenai program nuklir Iran.

Minyak telah kembali pulih sekitar 30% dari posisi terendah enam tahun pada bulan Maret lalu di tengah tanda-tanda pelemahan rig pengeboran di AS memacu perlambatan produksi yang dapat meredakan surplus. Reli minyak kemungkin masih goyah setelah stok minyak mentah terus berkembang ke level tertinggi dalam 85 tahun terakhir.

West Texas Intermediate untuk pengiriman bulan Mei berada di level $ 56,61 per barel di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange, dan turun 10 sen pada pukul 9:04 pagi waktu Sydney. Pada hari Kamis, kontrak menguat 32 sen menjadi $ 56,71. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 91% di bawah rata-rata 100-hari.

Sementara minyak brent untuk pengiriman bulan Juni naik 66 sen, atau 1% ke level $ 63,98 per barel di bursa ICE Futures Europe exchange, pada Kamis kemarin. Minyak mentah patokan Eropa mengakhiri sesi $ 5,87 lebih besar dari WTI untuk bulan yang sama.(frk)

Sumber: Bloomberg