KontakPerkasa Futures – Minyak mentah turun pada hari ketiga terkait diplomat Iran dan bagian barat berhasil menuju kesepakatan nuklir yang dapat menyebabkan ekspor minyak mentah berasal dari negara Teluk Persia dan memperluas melimpahnya pasokan minyak global.

Kontrak berjangka turun 0,5 % di New York. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov meninggalkan pembicaraan di Swiss dan hanya akan kembali jika kesepakatan sudah di depan mata, menunjukkan bahwa negosiasi akan berlanjut pada saat-saat terakhir sebelum batas waktu sampai 31 Maret. Persediaan minyak mentah AS kemungkinan lebih diperluas dari rekornya pada pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum laporan pemerintah hari Rabu.

Meningkatnya potensi pasokan Iran telah mendukung spekulasi surplus global yang akan berkembang seiring kenaikan minyak mentah AS pada laju tercepatnya dalam lebih dari 3 dekade terakhir. Pembicaraan nuklir akan kembali pada sanksi dan bagaimana Iran melanggar perjanjian tersebut, menurut seorang diplomat Eropa.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Mei melemah 25 sen ke level $ 48,43 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 48,47 pada pukul 11:13 pagi waktu Sydney. Kontrak kemarin turun 19 sen ke level $ 48,68. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 80 % di bawah rata-rata 100-hari. Harga minyak mentah telah turun 8,9 % sepanjang tahun ini.

Brent untuk pengiriman bulan Mei turun 28 sen ke level $ 56,01 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Kemarin merosot sebesar 12 sen ke level $ 56,29 per barel. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan pada premium dari level $ 7,57 dibandingkan minyak mentah WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg