KontakPerkasa Futures – Minyak mentah mengakhiri kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari empat tahun di New York terkait spekulasi bahwa penurunan rig AS akan mengganggu produksi.

Minyak berjangka naik 7,9% dalam minggu ini di tengah harapan bahwa pelemahan rig AS memacu perlambatan yang akan memangkas surplus global. Output shale akan turun pada bulan Mei, Energy Information Administration (EIA) mengatakan, untuk pertama kalinya EIA memperkirakan penurunan sejak mulai menerbitkan laporan bulanan pengeboran pada tahun 2013. Layanan penyedia oli Schlumberger Ltd mengatakan akan memotong tambahan 11.000 pekerjaan.

Minyak tergelincir 1,7% pada Jumat lalu setelah pasar ekuitas global tergelincir setelah regulator China memperketat aturan dan kekhawatiran baru atas negosiasi utang Yunani. Persediaan AS naik ke level tertinggi dalam 85 tahun terakhir dan Arab Saudi meningkatkan produksi minyak mentah dalam tiga dekade terakhir pada bulan Maret, menurut laporan pekan ini.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei turun 97 sen dan menetap di level $ 55,74 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Februari 2011. Minyak berjangka menyentuh level $ 57,42 pada hari Kamis, level tertinggi sejak 23 Desember.(frk)

Sumber: Bloomberg