KontakPerkasa Futures – Minyak menghentikan rally, dengan minyak mentah AS turun untuk pertama kalinya dalam 4 hari terakhir di tengah spekulasi data persediaan minyak mentah Amerika yang akan menambah kekhawatiran atas melimpahnya pasokan global. Sementara itu, saham Asia berfluktuasi karena melemahnya obligasi.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,9 % ke level $ 52,41 per barel pukul 09:29 pagi waktu Tokyo, setelah mendapatkan lebih dari 9 % pada 3 hari terakhir. Saham Australia melemah pada hari kedua seiring Indeks Topix Jepang berayun antara kenaikan dan penurunan. Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1 % terkait Indeks Standard & Poor 500 berjangka naik 0,1 %. Imbal hasil obligasi tenor 10-tahun utang Australia dan Jepang naik setidaknya satu basis poin karena jatuh tempo obligasi pemerintah hampir pangkas penurunan pada hari Senin.

Pasokan minyak mentah AS kemungkinan naik untuk pekan kelima, menurut perkiraan data hari Rabu dari negara konsumen minyak terbesar di dunia. Harga minyak telah rebound pada anjloknya outlook sebesar 50 % sejak Juni lalu memaksa untuk menutup pengeboran rig AS. Saham global berada pada level sepekan terhadap kekhawatiran atas sumpah Yunani untuk meninggalkan penghematan dan ratcheting up ketegangan dalam konflik Ukraina. China diproyeksikan catat melambatnya inflasi sejak 2009 dalam sebuah laporan hari ini.

Indeks Volatilitas Chicago Board Options Exchange, saham berayun diharapkan harga saham AS yang dikenal sebagai VIX, naik 7,3 % pada hari Senin di level 18.55, level tertingginya sejak 2 Februari lalu. indeks serupa untuk ekuitas Jepang naik 0,8 % dalam hitungan detik kenaikan hari ini. (knc)

Sumber : Bloomberg