KontakPerkasa Futures – Minyak mentah mengalami penurunan di bawah level $ 50 per barel setelah merosot tajam sejak November lalu seiring pasokan minyak mentah AS meningkat ke level tertingginya dalam 3 dekade terakhir.

Persediaan minyak mentah naik 6,3 juta barel pada pekan lalu menjadi 413.100.000, menurut Administrasi Informasi Energi melaporkan pada Rabu kemarin, memicu penurunan sebesar 8,7 % terhadap harga minyak mentah. Kontrak berjangka menguat sebesar 1 % di New York pada Kamis ini di tengah volatilitas perdagangan ke level tertingginya sejak Agustus 2011 lalu.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Maret menguat sebesar 49 sen ke level $ 48,94 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 48,74 pukul 10:53 pagi waktu Sydney. Kontrak turun $ 4,60 ke level $ 48,45 pada hari Rabu, hentikan reli 4 hari terbesar sejak Januari 2009. Volume semua berjangka yang diperdagangkan sebesar 84 % di bawah rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman bulan Maret melemah $ 3,75, atau 6,5 %, ke level $ 54,16 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange pada hari Rabu. Minyak mentah acuan Eropa mengakhiri sesi dengan premi sebesar $ 5,71 dibandingkan minyak mentah WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg