KontakPerkasa Futures – Minyak turun untuk hari kedua jelang rilis data pemerintah diperkirakan akan menunjukkan persediaan minyak mentah di negara konseumen minyak terbesar meningkat ke rekor level tertingginya

MInyak berjangka turun sebesar 3.7% di New York. Persediaan minyak mentah diperkirakan meningkat sebesar 3 juta barel ke level 420.9 juta barel pada 13 Februari lalu, menurut survey yang dilakukan oleh Bloomberg News jelang rilis data dari Badan Administrasi Informasi Energi AS kamis ini, Itu akan menjadi yang tertinggi dalam rekor mingguan yang himpun oleh EIA sejak tahun 1982 lalu. Data Industri Agustus yang dirilis Rabu kemarin menunjukkan persediaan meningkat sebesar 14,3 juta barel, menurut laporan di Twitter.

Meningkatnya stok minyak mentah AS memberikan kontribusi terhadap melimpahnya pasokan minyak global yang mendorong harga anjlok hampir 50 persen lebih rendah pada 2014 lalu. Marathon Oil Corp akan memotong 20 persen tambahan dari rencana belanja untuk tahun ini, karena perusahaan-perusahaan termasuk Royal Dutch Shell Plc dan Chevron Corp. mengurangi investasi guna menghindari kebangkrutan..

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret turun sebanyak $1,91 ke level $50,23 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $50,70 pukul 13:24 waktu Sydney. Kontrak minyak AS turun sebesar $1,39 menjadi $52,14 pada hari Rabu kemarin. Volume semua berjangka yang diperdagangkan sebesar 39 persen di atas moving average 100-hari. Harga minyak telah turun 4,8 persen tahun ini. (izr)

Sumber : Bloomberg