PT KONTAK PERKASA – Harga minyak dunia ditutup naik pada perdagangan Kamis (21/12) waktu Amerika Serikat (AS). Perbaikan pada pipa utama Forties dan penurunan stok minyak di AS mendukung komoditas energi mencapai level tertinggi tiga pekan.

Mengutip Reuters, Kamis malam, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 0,40% menjadi US$ 58,33 per barel. Minyak mentah Brent juga naik 0,30% ke posisi US$ 64,76 per barel pukul 12.32 malam waktu London. Ini merupakan level tertinggi sejak 12 Desember.

Harga minyak menghapus penurunan yang terjadi pada sesi sebelumnya. Diperkirakan pipa di Laut Utara Inggris akan kembali beroperasi pada awal Januari, setelah perbaikan selama Natal. Pipa Forties merupakan yang terbesar dari lima pipa minyak di Laut Utara.

“Sentimen utama perdagangan hari ini tampaknya adalah kemampuan yang kompleks untuk menyerap laporan yang teratur bahwa sistem pipa Laut Utara Forties akan dimulai kembali,” kata Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch & Associates, seperti dilansir Reuters.

“Berdasarkan perkiraan saat ini, perusahaan berharap membawa pipa tersebut kembali ke tingkat normal di awal tahun baru,” kata Ineos, perusahaan yang mengoperasikan pipa Forties dalam sebuah pernyataan pada Kamis.

Sebelumnya, sistem pipa minyak di Laut Utara yang membawa sekitar 450.000 barel per hari (bpd) minyak mentah ke Inggris, ditutup setelah pemeriksaan rutin mengungkapkan adanya retakan. Minyak dunia. Sejak itu, harga minyak hampir setiap hari mencatatkan kenaikan.

Pergerakan harga minyak juga didukung laporan penurunan persediaan minyak mentah di AS sebesar 6,5 juta barel menjadi 436 juta barel per 15 Desember lalu. Ini level stok terendah sejak Oktober 2015. Namun, dorongan tersebut terbatas karena produksi minyak Paman Sam mendekati 10 juta bpd, hampir menyamai produksi minyak Arab Saudi dan Rusia.

“Reli terlihat sudah kehabisan tenaga saat tahun ini berakhir, dan mungkin akan kesulitan untuk mengatakan kapan kenaikan lebih lanjut dapat terjadi, kecuali ada beberapa pengurangan pasokan yang tidak terduga,” kata JBC Energy.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih menyebut, butuh lebih banyak waktu untuk mengendalikan kelebihan pasokan global, yang diakibatkan kenaikan produksi global yang kuat bertahun-tahun hingga 2015 silam. “Kami memperkirakan beberapa bulan pertama 2018 akan flat atau menambah (persediaan), seperti yang biasanya terjadi musiman di pasar minyak,” katanya  kepada Reuters, Rabu.

Source : kontan.co.id