KontakPerkasa Futures – Minyak diperdagangkan mendekati harga tertingginya di tahun ini terkait spekulasi melemahnya lonjakan produksi minyak yang akan mengurangi melimpahnya pasokan minyak AS yang terbesar sejak 1930.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah naik 5,8% pada hari Rabu, mencatat kenaikan selama lima hari. Produksi minyak mentah turun 20.000 barel per hari menjadi 9,4 juta pekan lalu, menurut data dari Energy Information Administration. Stok naik menjadi 483.700.000, yang merupakan level tertinggi dalam catatan yang disusun oleh EIA sejak Agustus 1982.

Minyak telah reli ditengah tanda-tanda produksi minyak mentah AS yang melambat seiring pengebor memangkas jumlah rig aktif paling sedikit dalam lebih dari empat tahun setelah harga anjlok hampir 50% tahun lalu. Pasokan menurun pada bulan Mei, dikatakan oleh EIA pada hari Senin, pertama kalinya EIA memperkirakan penurunan sejak mulai data bulanan yang rilis pada tahun 2013.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei berada di level $ 55,99 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, turun 40 sen, pada 8:10 pagi waktu Singapura. Kontrak naik $ 3,10 ke level $ 56,39 pada hari Rabu, yang merupakan penutupan tertinggi sejak Desember. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 81% di bawah rata-rata 100-hari. Harga naik 5,2% pada tahun 2015.

Brent untuk pengiriman Juni turun 51 sen, atau 0,8%, ke level $ 60,32 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak Mei berakhir Rabu setelah naik 3,2% menjadi $ 60,32 per barel.(yds)

Sumber: Bloomberg