PT KONTAK PERKASA – Tingginya minat investor berkat fitur-fitur yang disediakan Sukuk Negara Tabungan seri ST-002 membuat penjualan instrumen tersebut berhasil melampaui target.

Mengutip keterangan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemkeu, ST-002 terjual Rp 4,94 triliun atau oversubscribe sekitar 2,9 kali dari target awal yang disampaikan mitra distribusi sebesar Rp 1,71 triliun. Hasil yang diperoleh ST-002 juga melewati penjualan ST-001 pada 2016 lalu sebesar Rp 2,58 triliun.

Research Analyst Capital Asset Management, Desmon Silitonga menyebut, minat tawaran kupon yang tinggi sebesar 8,30% dan bersifat floating with floor cukup berperan penting terhadap hasil penjualan ST-002.

Instrumen ini terbukti memberi daya tarik tersendiri bagi para pembelinya karena kupon yang diberikan lebih tinggi dari bunga deposito, bahkan yield Surat Utang Negara (SUN) seri acuan 10 tahun yang saat ini bergerak di bawah level 8%.

Selain itu, sistem penjualan secara daring dan minimum pembelian yang rendah membuat ST-002 banyak diburu oleh investor usia muda. Ini terlihat dari jumlah investor generasi milenial atau kelahiran tahun 1980—2000 yang mencapai 7.350 investor atau 44,61% dari total investor ST-002 yang berjumlah 16.477 investor.

Kendati demikian, investor generasi baby boomers atau kelahiran tahun 1946—1964 menjadi yang kontributor terbesar dari sisi volume pembelian dengan nilai Rp 2,25 triliun atau 45,44% dari total volume pembelian.

Desmon menganggap, walau kesadaran investor milenial terhadap dunia investasi meningkat, kemampuan investor tersebut untuk mengeluarkan dana yang lebih besar untuk berinvestasi masih kurang. Alhasil, tak sedikit investor milenial yang memilih untuk membeli ST-002 dengan harga yang rendah.

Fenomena tersebut terlihat dari banyaknya jumlah investor yang melakukan pembelian ST-002 di rentang Rp 1 juta—Rp 100 juta yaitu sebanyak 59,55%. “Kemungkinan karena dipengaruhi juga oleh tingkat penghasilan investor yang berada di usia muda,” tutur dia, Selasa (27/11).

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail melihat banyaknya aktivitas pembelian ST-002 dengan kisaran harga rendah sebagai hal yang positif. Artinya, ST-002 sudah sangat mencerminkan instrumen yang benar-benar ditujukan hanya untuk investor ritel.

Hanya saja, ia menilai, segala kelebihan yang dimiliki ST-002 beserta instrumen sejenisnya berpotensi mendorong aksi peralihan dana investor dari instrumen perbankan ke obligasi ritel. Potensi ini didukung pula oleh tren kenaikan suku bunga acuan yang masih berlangsung, sehingga kupon obligasi ritel di masa mendatang bisa makin tinggi.

Di satu sisi, kondisi ini sebenarnya menunjukkan bahwa pilihan produk pasar keuangan, khususnya surat utang, bagi minat investor ritel semakin beragam. Tapi di sisi lain, pihak perbankan terancam ditinggal oleh nasabahnya.

“Mau tidak mau bank harus menyesuaikan bunga depositonya, apalagi sejauh ini pertumbuhan bunga deposito bank-bank BUKU III dan BUKU IV masih cenderung lambat,” ungkap dia, hari ini.

Source : kontan.co.id