KONTAK PERKASA FUTURES – Bursa AS berakhir dengan lonjakan yang dapat dikatakan cukup tinggi pada transaksi perdagangan hari Senin (12/9). Melansir data yang didapat dari CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, beritanya indeks Dow Jones Industrial Average mengalami peningkatan sebesar 1,32% menjadi berada di level 18.325,07. Saham Wal Mart ternyata mencatatkan kenaikan yang paling tinggi. Sedangkan saham milik DuPont menjadi satu-satunya saham yang mengalami kondisi tertekan.

Adapun indeks S&P 500 mengalami peningkatan sebesar 1,47% menjadi berada di level 2.159,04. Pada indeks ini, sektor telekomunikasi pun memimpin kenaikan di antara sektor-sektor yang lainnya.

Sedangkan indeks Nasdaq mengalami peningkatan sebesar 1,68% menjadi berada di level 5.211,89. Saham Apple dan iShares Nasdaq Biotechnology ETF mengalami peningkatan sebesar 2,2% dan 3%.

Dalam setiap tiga saham yang mengalami peningkatan, terdapat satu saham yang mengalami kondisi tertekan di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan yang dilakukan tadi malam melibatkan 1,004 miliar saham.

Bursa AS ditutup sumringah setelah salah satu petinggi utama dari The Federa Reserve menyarankan “sikap hati-hati” terkait dengan suku bunga acuannya.

Gubernur The Fed yaitu Lael Brainard dalam pidatonya juga mengatakan, meski pemulihan ekonomi terus berlanjut, akan menjadi sangat bijaksana jika The Fed tetap mempertahankan kebijakan moneter yang cukup longgar.

Menurut Anna Rathbun, selaku director of research for CBIZ Retirement Plan Services, terdapat rasa lega di benak para investor sebab pernyataan anggota The Fed yang berada dalam kondisi cukup dovish. “Ada kecemasan umum yang terjadi di pasar, di luar apa yang terjadi pada hari ini, mengenai efektivitas dari kebijakan yang dikeluarkan oleh bank sentral,” jelasnya.

Sedangkan Quincy Krosby, selaku market strategist Prudential Financial juga menambahkan, Brainard juga menegaskan bahwa sejumlah kecemasannya mengenai alasan tentang mengapa The Fed jangan mengerek suku bunga acuan.

Source : kontan.co.id