PT KONTAK PERKASALaporan Keputusan Dana Moneter International (IMF) memangkas target pertumbuhan ekonomi global di 2019 merupakan momentum positif bagi pasar emas. Apalagi, pada Selasa (9/4), emas sempat bergerak positif.

Adapun beberapa sentimen yang diyakini mampu memberi sentimen positif bagi harga emas, selain pemangkasan target pertumbuhan ekonomi global oleh IMF, yakni kekhawatiran ancaman Amerika Serikat (AS) terhadap Uni Eropa terkait perang dagang.

Ada juga laporan perkembangan dari rencana Inggris untuk lepas dari Uni Eropa (UE) atau yang dikenal Brexit, tengah menjadi perhatian pasar. “Pasar juga masih wait and see menunggu hasil Federal Open Market Committee (FOMC) terkait kenaikan suku bunga acuannya.

Sekaligus, melihat pandangan The Fed terhadap kondisi ekonomi AS selanjutnya,” kata Analis Asia Tradepoint Future Deddy Yusuf Siregar kepada Kontan, Rabu (10/4).

Apalagi, Deddy mengungkapkan cadangan emas di China dikabarkan meningkat dan diharapkan mampu menjadi katalis positif bagi harga emas dunia. Sehingga, ke depan harga emas berpotensi berada di atas US$ 1.300 per ons troi.

“Potensi di atas US$ 1.300 masih terbuka meskipun terbatas, karena umumnya masuk kuartal II harga emas biasanya koreksi. Ditambah lagi negosiasi perang dagang antara AS dengan China cukup mendominasi pasar,” jelasnya.

Jelas saja, ketika negosiasi dua jawara ekonomi dunia tersebut berhasil ditutup dengan solusi yang cukup baik, harga berpeluang mengalami tekanan. Ini lantaran, pelaku pasar tidak melihat ada hal lain yang bakal dikhawatirkan lagi.

Lain halnya dengan pergerakan emas Aneka Tambang (Antam) yang dinilai Deddy sentimennya cukup unik. Terkadang, pergerakan harga emas Antam bisa mengikuti pergerakan emas spot, namun di sisi lain bisa juga terkena dampak pergerakan nilai tukar rupiah.

“Kalau dilihat hari ini, emas masih ada potensi untuk lebih tinggi dari harga sekarang. Meskipun begitu, harga emas cenderung masih bergerak di area konsolidasi,” ungkapnya.

Di sisi lain, meskipun IMF memangkas target pertumbuhan ekonomi global sebabnya 0,2% ke level 3,3% tahun ini, ekonomi Indonesia masih bergerak sesuai ekspektasi lembaga multilateral tersebut.

“Untuk pekan ini, emas Antam diperkirakan bergerak di kisaran Rp 610.000- Rp 670.000 dan akhir tahun bisa menuju Rp 700.000. Sekalian, melihat kondisi pasar usai pemilu nanti, semoga emas kita masih jadi safe haven dengan sifat investor yang cenderung konservatif,” tandasnya.

Source : kontan.co.id