KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas kembali bergerak di atas level US$ 1.300 per ons troi dalam dua hari terakhir. Korea. Jumat (25/5) pukul 8.18 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus berada di US$ 1.307 per ons troi.

Harga ini terkoreksi 0,21% dari penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.309,80 per ons troi. Tapi, harga ini lebih tinggi jika dibandingkan posisi emas sejak 15 Mei lalu yang terus berada di bawah level US$ 1.300.

Harga emas melonjak setelah Peesiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan pertemuan dengan Korea Utara pada 12 Juni mendatang. Trump membatalkan pertemuan meski Korea Utara berjanji untuk menutup terowongan pada lokasi uji coba nuklir.

Pembatalan ini memicu investor untuk mencari safe haven. “Pembatalan ini menjadi momentum kenaikan harga emas,” kata Phil Streible, senior market strategist RJO Futures kepada Reuters.

Harga emas kembali ke atas level teknikal US$ 1.300 dan US$ 1.305 per ons troi. “Saat ini sulit mencari kabar yang bisa menurunkan lagi harga emas,” kata Ole Hansen, head of commodity strategy Saxo Bank.

Dia mengatakan, permintaan safe haven juga meningkat setelah AS memulai investigasi impor mobil dan truk yang bisa memicu kenaikan tarif seperti yang terjadi pada baja dan aluminium. “Perang dagang masih terjadi dan ada fokus pada negara-negara emerging market yang bermasalah,” imbuh Hansen.

Turki belakangan menjadi pusat perhatian setelah nilai tukar lira melemah 2% setelah kenaikan suku bunga 300 basis poin.

Harga emas mencatat level terendah sepanjang tahun 2018. Korea. Senin (21/5) pukul 8.04 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2018 di Commodity Exchange turun ke US$ 1.288,90 per ons troi.

Harga emas ini turun 0,18% jika dibandingkan dengan Jumat lalu pada US$ 1.291,30 per ons troi. Dalam sepekan, harga emas tergerus 2,22% dari US$ 1.318,20 per ons troi di Senin pekan lalu.

Pelemahan harga emas ini terjadi di tengah kenaikan imbal hasil surat utang Amerika Serikat (AS), US treasury bertenor 10 tahun ke 3,07%. Yield surat utang AS ini turun ke 3,06% di akhir pekan.

Penurunan harga emas juga ditekan oleh kurs dollar AS yang terus menguat. Indeks dollar menguat dalam enam hari perdagangan berturut-turut ke 93,83 pada hari ini. Dalam enam hari, indeks yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia ini menguat 1,39%.

“Imbal hasil US treasury menguatkan dollar dan menekan harga emas dan logam,” kata seorang trader kepada Reuters. Dia menambahkan level US$ 1.285 menjadi support kuat pada harga emas belakangan.

Jika menembus level ini, harga emas bisa terjun. Naeem Aslam, chief market analyts Think Markets mengatakan, harga emas turun setelah AS dan China mencapai kompromi dagang.

Source : kontan.co.id