Harga minyak dunia melonjak sekitar 3% pada saat perdagangan hari Senin pada awal pekan, setelah Arab Saudi dan Rusia sudah mencapai kesepakatan bersama, mengenai hal untuk menstabilkan pasar minyak dunia.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Energi Arab Saudi dan Rusia, yaitu yang bernama Khalid al-Falih dan Alexander Novak.

KONTAK PERKASA FUTURES – Dikutip dari BBC, hari Senin (5/9/2016), harga minyak untuk jenis Brent naik sebesar US$ 1,28/barel menjadi berada di level US$ 48,11/barel. Dalam pernyataannya, kedua menteri tersebut mengatakan akan mendukung akan stabilitas pasar minyak, dan meyakinkan supaya tingkat harga minyak berada pada kondisi yang nyaman untuk investasi jangka panjang.

Novak juga mengatakan, kesepakatan ini adalah merupakan termasuk usaha untuk membatasi produksi dari minyak. Bahkan Rusia yang bukan merupakan anggota OPEC, akan turut membantu penahanan produksi minyak.

Harga minyak untuk jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman bulan Oktober diberitakan naik sebesar US$ 1,11/barel menjadi berada di level US$ 45,55/barel.

Pada awal tahun 2016 ini, harga minyak jatuh ke titik yang paling rendahnya dalam hampir 13 tahun terakhir. Hal tersebut terjadi akibat produksi yang terlalu berlebihan. Harga minyak pada saat ini masih jauh di bawah titik tertingginya pada 2 tahun lalu, yaitu sebesar US$ 110/barel.

Menteri Energi Arab Saudi, yaitu Khalid al-Falih, mengatakan bahwa penahanan produksi minyak belum perlu untuk dilakukan pada saat ini.

Selama ini, memang benar strategi menahan produksi untuk membuat supaya harga minyak naik jarang sekali bisa berhasil. Akan tetapi kesepakatan Arab Saudi dan Rusia ini bisa menjadi hal yang ampuh, karena kedua negara tersebut merupakan produsen minyak terbesar dunia.

Menteri Energi kedua negara tersebut akan kembali melakukan pertemuan pada bulan Oktober dan November untuk mempertegas kesepakatannya kembali. Belum ada detil yang didapat dari kesepakatan tersebut.

Namun Menteri Energi dari Uni Emirat Arab (UEA), Suhail al-Mazroui berkicau di akun Twitter miliknya, bahwa UEA yang berperan sebagai anggota OPEC akan turut aktif dan bertanggung jawab, serta turut mendukung segala bentuk usaha untuk menstabilkan pasar minyak.

Source : detik.com