PT KONTAK PERKASA FUTURES – Kekhawatiran isu perlambatan global yang ditandai dengan kebijakan bernada dovish dari bank sentral dinilai menginspirasi harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang (ANTAM) terdorong mencapai level tertingginya dalam tujuh bulan terakhir.

Melansir data dari logammulia.com harga emas Antam tercatat berada di level Rp 680.000 per gram. Angka ini naik sebesar 0,89% atau sebesar Rp 6.000 dari posisi sebelumnya di Rp 674.000 per gram.

Hal yang sama juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback emas Antam yang bertengger di angka Rp 605.000 per gram. Harga tersebut naik sebesar Rp 6.000 atau 1% dari posisi sebelumnya di level Rp 599.000 per gram.

Analis PT Garuda Berjangka, Ibrahim menjelaskan kenaikan harga emas Antam merupakan efek dari keadaan ekonomi global yang melambat. Rupiah yang sempat melemah di hadapan dollar, membuat pelaku pasar beralih dari aset beresiko dan membeli emas.

“Kombinasi sentimen global mengakibatkan para pelaku pasar memburu kembali aset safe haven seperti emas,” jelas Ibrahim Rabu (20/2).

Sementara itu, analis Central Capital Futures, Wahyu Trilaksono juga menyebutkan jika pergerakan harga emas Antam tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya, bahkan mampu memecahkan titik tertinggi pada tahun sebelumnya di level Rp 629.510 per gram.

Wahyu memprediksi, tahun ini harga emas Antam bisa mencapai level Rp 690.000 per gram. “Pemilihan umum yang jatuh pada April mendatang, akan meningkatkan harga emas Antam. Secara historikal, saat menjelang atau saat pemilu, nilai mata uang terguncang, hal ini akan memberikan korelasi pada harga emas Antam,” ujarnya pada Kontan.co.id, Rabu (20/2).

Saat ini harga emas Antam sudah overbought di level MA dan bolinger 10%, stochastik berada positif 70%, MACD dan RSI wait and see.

Wahyu Trilaksono juga merekomendasikan untuk menahan atau buy on weakness sampai ada koreksi di bawah harga Rp 650.000 per gram.

Dirinya memproyeksi harga emas Antam akan berada di kisaran Rp 680.000 per gram – Rp 700.000 per gram pada perdagangan besok.

Kekhawatiran perlambatan ekonomi global mendongkrak harga emas dunia sejak tiga hari terakhir. Bahkan, dalam 10 bulan terakhir, mencapai level tertingginya.

Mengutip Bloomberg, pada perdagangan Rabu (20/2) pukul 20.45 WIB, harga emas untuk kontrak pengiriman April 2019 di Commodity Exchange ada di level US$ 1.346 per ons troi, naik 0,14% dibanding sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.344 per ons troi.

Analis Global Kapital Investama Berjangka Alwi Assegaf menilai kekhawatiran perlambatan ekonomi global membuat pelaku pasar mencari safe haven, salah satunya adalah emas.

Perlambatan ekonomi global ini bisa dilihat dari pernyataan World Trade Organization (WTO) pada Selasa (19/2) jika volume dagang perekonomian global saat ini menurun secara menyeluruh dalam sembilan tahun terakhir.

Akibatnya, Eropa memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Eropa di level 1,3% dari angka 1,9%, Inggris berhadapan dengan kasus Brexit, hingga Amerika Serikat yang mengalami penurunan retail sales dalam rilis data yang dikeluarkan kemarin.

“Rilis data retail tersebut, sudah pasti akan mempengaruhi nilai GDP Amerika Serikat juga,” jelas Alwi Rabu (20/2).

Perlambatan ekonomi ini juga bisa dilihat dari kebijakan The Federal Reserves yang bernada dovish.

“Jika di tahun 2018 The Fed sangat agresif dengan menaikan suku bunga acuan sebanyak empat kali, maka kali ini, mereka harus bersabar,” tambah Alwi.

Alwi melihat, pergerakan harga emas masih cenderung bullish ke depannya. Dengan pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan The Fed, diproyeksikan membuat harga emas tetap akan menanjak.

Secara teknikal, Alwi melihat harga emas berada dalam MA 10 dan 55, hal ini diartikan terus akan menguat dalam jangka pendek dan menengah. MACD berada dalam posisi positif dan potensi bullish. Sementara RSI dan stochastic menunjukan posisi overbought.

“Ada kemungkinan koreksi, tapi tetap tidak akan merubah tren kenaikan harga. Jadi tahan untuk buy, tunggu sampai ada koreksi,” tambah Alwi.

Dirinya memprediksi harga emas besok akan bergerak di kisaran US$ 1.334 per ons troi-US$ 1.353 per ons troi.

Sementara dalam sepekan ke depan, dirinya memprediksi harga emas bergerak di rentang US$ 1.326 per ons troi – US$ 1.359 per ons troi.

Source : kontan.co.id