KontakPerkasa Futures – Euro merosot setelah mengalami reli selama 2 pekan terkait tanda-tanda Yunani yang masih jauh dari kata-kata kesepakatan terkait bantuan hutangnya.

Sepanjang tahun 2015 ini mata uang benua biru bergerak menurun terhadap 16 mata uang lainnya menyusul langkah ECB (European Central Bank) yang membeli obligasi pemerintah guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan meredam deflasi. Hal tersebut kontras dengan upaya Federal Reserve AS yang sedang berdebat terkait waktu untuk menaikkan suku bunga yang pertama kalinya sejak 2006 silam ditengah tanda-tanda menguatnya perekonomian Negeri Paman Sam.

Euro anjlok 0.5% ke level $1.0833 pukul 5 sore ini waktu New York. Sedangkan euro naik 0.3% ke level 130.08 yen.

Mata uang Jepang mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam 4 hari terakhir terhadap dolar menyusul permintaan aset safe haven tersebut yang berkurang setelah Bank Sentral China menyatakan bahwa pemerintah dapat melakukan upaya lebih untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Yen anjlok 0.8% ke level 120.07 per dolar AS.

Sementara itu, Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras berusaha untuk menggalang konsesus di parlemen sebagai upaya untuk mengamankan dana bantuan setelah pengajuannya untuk mendorong pendanaan negara Yunani telah gagal untuk memenuhi permintaan para krediturnya dari Eropa. (bgs)

Sumber : Bloomberg